Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Agustus 2009

BPOM Tarik 60 Obat Tradisional Berbahan Kimia

Jakarta (ANTARA News) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menarik 60 merek obat tradisional dan supleman dari peredaran karena ditemukan mengandung bahan kimia yang jika digunakan tanpa petunjuk dokter bisa membahayakan kesehatan.

“Berdasarkan hasil pengawasan, sampling dan pengujian laboratorium sejak Juni 2008 hingga Mei 2009, Badan POM telah menarik peredaran 60 item obat tradisional dan suplemen yang mengandung bahan kimia sibutramin hidroklorida, sildenafil sitrat, tadalafil, deksametason, fenilbutason, asam mefenamat, metamfiron dan parasetamol,” kata Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Kamis.

Penggunaan bahan-bahan kimia obat tersebut secara tidak tepat, kata dia, dapat menimbulkan gangguan kesehatan tingkat ringan hingga gangguan kesehatan yang dapat mengakibatkan kematian.

Gangguan kesehatan yang dimaksud antara lain sakit kepala, nyeri dada, dan lambung, tukak lambung, diare, gangguan ginjal, gangguan penglihatan, glaukoma, tulang keropos, infark miokard, gangguan jantung, gangguan pembentukan sel darah (anemia aplastik dan agranulositosis), dan kerusakan hati.

Husniah mengatakan, selain telah memerintahkan penarikan dan pemusnahan produk obat tradisional produksi lokal dan Cina itu, pihaknya juga akan memproses secara hukum (proyustisia) produsen dan importir produk yang bersangkutan.

“Sehubungan dengan itu, kami juga menyerukan kepada masyarakat agar tidak membeli atau mengonsumsi obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung obat tradisional tersebut,” katanya serta menambahkan produk-produk itu sebagian besar tidak terdaftar di BPOM atau telah dibatalkan izin edarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang tidak yakin dengan keamanan suatu obat tradisional menanyakan informasi mengenai produk yang dimaksud ke Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM melalui telepon ke nomor 021-4263333/32199000 atau surat elektronik ke ulpk@pom.go.id.

“Karena mungkin sulit membedakan produk yang aman dan tidak aman sebab nomor registrasi BPOM juga ada yang memalsukan. Kami cuma bisa kasih tahu, kalau gambar dan namanya aneh-aneh, klaim khasiatnya berlebihan, mungkin tidak aman karena kami tidak akan menerima registrasinya,” kata Husniah.

Berikut merek-merek obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat:

A. Obat Pelangsing

1. Qianjiali Kapsul Pelangsing produksi Beijing Medi-Tech Development Co.Ltd dengan importir PT True Man Segar Jakarta (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan).
2. Lasmi Kapsul produksi P.J. Herbalindo SM (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan).
3. Sera Kapsul produksi P.J. Herbalindo SM (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan).
4. Sulami Kapsul produksi P.J. Herbalindo SM (mengandung sibutramin hidroklorida, izin edar dibatalkan).
5. Li Da Dai Dai Hua Jiao Kapsul produksi Kunming Dali Industri & Trade Co.Ltd (mengandung sibutramin hidroklorida, tidak terdaftar).
6. New Pro Slim Kapsul produksi the Trird Pharm Manufactory Harbin China (mengandung sibutramin hidroklorida, tidak terdaftar).

B. Penambah Stamina Pria

1. New Idola Kapsul produksi PT Pyridina Farma Cianjur (mengandung Tadalafil, izin edar dibatalkan).
2. Ratax Kapsul produksi PT Pyridina Farma Cianjur (mengandung Tadalafil, izin edar dibatalkan).
3. Sahe Hiki Kapsul produksi PT SUmber Waras Perkasa Cianjur (mengandung sildenafil sitrat, izin edar dibatalkan).
4. King Cobra 10X Lebih Kuat Serbuk produksi PJ Cobra Ayu Makassar (mengandung sildenafil sitrat, nomor izin edar fiktif).
5. Suwe-Xi kapsul produksi PJ Kaki Langit Jawa Tengah (mengandung sildenafil sitrat, nomor izin edar fiktif).
6. Tang Pe Fu Serbuk produksi PJ Alami Makassar (mengandung sildenafil sitrat, nomor izin edar fiktif).
7. Purwoceng Serbuk produksi PJ Sidowaras (mengandung fenilbutason, tidak terdaftar).
8. Tangkur Buaya Super Kapsul produksi PD. Meringis Sehat Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
9. World Quick Strong Kapsul produksi World (Tianjin) Nutrition & Health Food Co.Ltd/PT Woo Tekh Indonesia (mengandung Tadalafil, tidak terdaftar).

C. Obat Tradisional Lain

1. Yin Chiao Tablet produksi Cengde Trad. Chinese Medicine Factory/PT Tjahaja Baru Surabaya (mengandung parasetamol, izin edar dibatalkan).
2. Zhongganling Pian Tablet produksi Guangdong Jiaying Pharm Co.Ltd/PT Intra Aries Jakarta (mengandunng metampiron, izin edar dibatalkan).
3. Zhong Gan Ling Pian Tablet produksi Heping Pharmaceutical Factory Guangdong Cina/PT Sinar Herba Radix Jakarta (mengandung metampiron, ijin edar dibatalkan).
4. Wan Tong Pegal Linu Kapsul produksi PJ Herbalindo SM (mengandung parasetamol, izin edar dibatalkan).
5. Wan Tong Pegal Linu Rheumatik produksi PJ Herbalindo SM (mengandung parasetamol, izin edar dibatalkan).
6. Pegal Linu Cap Putri Sakti Cairan Obat Dalam produksi H. Moh. Khusni Banyuwangi (mengandung fenilbutason, izin edar dibatalkan).
7. Salurat Putri Sakti Cairan Obat Dalam produksi H. Moh. Khusni Banyuwangi (mengandung fenilbutason, izin edar dibatalkan).
8. Jaya Asli Anrat Serbuk produksi PJ Jaya Asli Cilacap (mengandung fenilbutason, izin edar dibatalkan).
9. Akar Dewi Putri Multi Khasiat Serbuk produksi CV Laser Group (mengandung parasetamol, izin edar dibatalkan).
10. Pamong Raga Pegel Linu Serbuk produksi IKOT Kopja Aneka Sari Unit I Cilacap (mengandung fenilbutason, izin edar dibatalkan).
11. Pegal Linu Kalimajaya Serbuk produksi Drs. H. Moh. Nur Hidayat, Kopja Aneka Sari Unit IX Sifaul Mustajab Cilacap (mengandung fenilbutason, izin edar dibatalkan).
12. Pegalinu No.2 Serbuk produksi PJ Cipta Rasa (mengandung fenilbutason, izin edar dibatalkan).
13. Randa Linu (Asam Urat) Serbuk produksi Kopja Aneka Sari Unit III/PJ. Gunung Sugih Cilacap (mengandung parasetamol, izin edar dibatalkan).
14. Sari Buana Serbuk produksi Kopja Aneka Sari Unit VII (mengandung parasetamol, izin edar dibatalkan).
15. Turrat Serbuk produksi Serbuk produksi IJ Sinar Mujarab Mojokerto (mengandung, parasetamol, izin edar dibatalkan).
16. Darah Tinggi Serbuk produksi CV Sinar Mujarab Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
17. Gatal Eksim Serbuk produksi PJ Sinar Mujarab Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
18. Sehat Boyok Sakit Pinggang Serbuk produksi CV Sinar Mujarab Nojokerto (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
19. Sekalor Serbuk produksi CV Sinar Mujarab Jawa Timur (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
20. Untabat (Batuk Pilek) Serbuk produksi CV Sinar Mujarab Mojokerto (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
21. Arum Jaya Gemuk Sehat Serbuk produksi PJ Arum Jaya Cilacap (mengandung deksametason, tidak terdaftar)
22. Asam Urat Akar Dewi Putri Serbuk produksi UD. Lazer Group, Lamongan (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
23. Asam Urat cap Unta Kapsul produksi PJ Unta Mas Indonesia (mengandung fenilbutason, tidak terdaftar).
24. Asam Urat, Flu Tulang & Pengapuran Buah Merah Serbuk produksi PJ Buah Alam Papua, Purwokerto, (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
25. Asam Urat Nyeri Tulang Tjap Dua Daun Serbuk produksi PJ Brotowali, Solo, (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
26. Asam Urat Rheumatik Akar Sirih Serbuk produksi PJ Inti Sehat Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
27. Brantas, Obat Asam Urat Rheumatik, Nyeri Tulang Kapsul produksi PJ Ampuh Jaya, Cilacap, (mengandung parasetamol dan fenilbutason, tidak terdaftar).
28. Buah Naga, Asam Urat dan Nyeri Tulang Kapsul produksi PJ Dua Walet, Kopja Aneka Sari, Cilacap (mengandung parasetamol dan fenilbutason, tidak terdaftar).
29. Daun Dewa Kapsul produksi PJ Daun Dewa Makassar (mengandung fenilbutason, tidak terdaftar).
30. Dewi Bulan Capsul Sakit Gigi & Sakit Kepala Cekot-cekot Kapsul produksi PJ Songgo Geni, Tangerang (mengandung parasetamol dan asam mefenamat, tidak terdaftar).
31. Dua Walet Amrat Serbuk produksi PJ Dua Walet, Cilacap (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
32. Gemuk Sehat/Ideal Tirta Sehat Serbuk produksi PJ Tetap Sehat, Cilacap (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
33. Gemuk Sehat PJS Serbuk produksi PJ Pusaka Jaya Sakti, Cilacap (menngandung parasetamol, tidak terdaftar).
34. Gemuk Sehat SP Serbuk produksi Sehat Perkasa, CIlacap (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
35. Kembang Wijaya Serbuk produksi PJ Fisabillah, Cilacap (mengandung metampiron, tidak terdaftar).
36. Kencing Manis Serbuk produksi PK Tetap Sehat, Cilacap (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
37. Kuat Sehat Cap Kuda Liar Serbuk produksi RCK Jabar (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
38. New Singa Majapahit Serbuk produksi PD Lestari Wiji Dadi (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
39. Pasti Joss Tablet produksi PJ Mega Raya, Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
40. Ramuan Tradisional Remagel Serbuk produksi PJ Kasturi Dewi, Jawa Tengah (mengandung deksametason dan parasetamol, tidak terdaftar).
41. Ramuan Tradisional Sarang Semut plus Sirih Merah Tablet produksi PJ Cespleng Jaya, Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
42. Samurat Extra Serbuk produksi PJ Serbat Mustajab, Jawa Tengah (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
43. Simakit Serbuk produksi PJ Candi Wulan, Banyumas (mengandung fenilbutason, tidak terdaftar).
44. Temu Ginseng Plus Buah Merah Kapsul produksi PJ Sumber Utama Ginseng Indonesia (mengandung parasetamol, tidak terdaftar).
45. Walet Kembar Asam Urat Serbuk produksi PJ Kunci Sehat, Cilacap (mengandung fenilbutason, tidak terdaftar).
(*)

Sumber: Antara News | Kamis, 4 Juni 2009 15:02 WIB

Alhamdulillah PLASHITABA tidak termasuk herbal yang mengandung bahan kimia buatan berbahaya sehingga PLASHITABA tidak ditarik oleh BPOM. PLASHITABA murni dari ekstrak dan sangat bermanfaat untuk tubuh yang sangat baik dikonsumsi setiap hari. Bahkan PLASHITABA telah memperoleh sertifikat HALAL dari MUI. Perlu diketahui bahwa memperoleh sertifikat HALAL dari MUI jauh lebih sulit daripada BPOM.

Rabu, 15 Juli 2009

Tempe Bisa Menghadang Flu Babi

London - Surya- Muncul pertama kali di Meksiko, swine flu atau yang lebih kita kenal sebagai flu babi telah menyebar ke seluruh dunia. Bahkan Indonesia pun sudah bukan tempat yang aman lagi dari penyebaran virus H1N1 itu.

Di Jawa Timur sudah ada beberapa kasus. Yang terbaru adalah dua keluarga, masing-masing dari Malang dan Surabaya, terindikasi flu babi. Kini mereka harus menjalani karantina di RSUD Syaiful Anwar Malang dan RS Dr Soetomo Surabaya.

Menurut ketua tim penanggulangan flu pandemic dari Badan Perlindungan Kesehatan Inggris, Dr Nick Phin, pada dasarnya yang penting adalah kekebalan tubuh. Dan kekebalan itu bisa didapatkan dari makan makanan sehat sehingga tubuh memiliki kesempatan terbaik untuk melawan virus.
“Orang yang kurang gizi lebih rentan terhadap infeksi. Dan bagi sebagaian besar orang, pola makan yang sehat dan seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh,” jelas Dokter Phin.

Tentu saja kita tetap harus mengikuti anjuran pencegahan termasuk dengan menutup mulut dengan tisu ketika bersin. Kemudian cepat-cepat memasukkannya ke dalam tong sampah. Mencuci tangan sesering mungkin sangat dianjurkan untuk mencegah tertular virus H1N1.

Namun, jika virus itu sudah menyerang, makanan yang kita konsumsi itulah yang berfungsi mengoptimalkan kekuatan selaput dalam telinga, hidung, dan tenggorok untuk membentuk benteng di dalam tubuh melawan organisme dari luar
Makanan berprotein tinggi seperti daging merah, ayam, telur, serta ikan, susu, atau produk susu sangat dianjurkan menjadi makanan sehari-hari. Begitu juga kacang polong dan makanan berbahan kedelai seperti tempe, tahu, atau susu kedelai.

Jenis-jenis makanan itu menyuplai gizi yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel epithelial dalam selaput pada telinga, hidung, dan tenggorokan. Tiga porsi salah satu bahan makanan tersebut dalam sehari bisa menambah kekuatan jaringan benteng dalam tubuh.

Lengkapi juga menu sehari-hari dengan buah dan sayur berwarna jingga atau hijau gelap. Contohnya wortel, lebu, apricot, mangga, bayam, dan kubis. Sayur dan buah itu memiliki kandungan vitamin A yang tinggi dan itulah nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menguatkan selaput pernapasan.
Jika virus benar-benar memasuki tubuh, giliran sel darah putih yang harus melawan. Saat itulah vitamin C berperan penting untuk memobilisasi kekuatan melawan virus.

Karena kita tidak bisa menyimpan vitamin C dalam tubuh, makanan sumber vitamin C harus menjadi bagian dalam menu keseharian. Ini bisa diperoleh dari paprika, bayam, hingga keluarga jeruk, beri, atau kacang beku. Buah kalengan, jus jeruk atau grapefruit dalam kemasan pun bisa membantu.

Pasukan lain untuk melawan virus adalah sel T. Mineral yang disebut zinc sangat penting untuk pembentukan antibodi ini. Jika kita mengalami kekurangan antibodi ini, batuk dan pilek biasa mudah sekali menyerang. Bagusnya, persediaan antibodi bisa dinormalkan dengan mencukupi kebutuhan zinc dalam makanan sehari-hari.

Mineral ini bisa didapatkan dari daging sapi, telur, makanan laut seperti kepiting, tiram, dan ikan sardine. Biji-bijian utuh serta isi labu pun bagus. Tetapi zinc dari kelompok pertama lebih mudah dicerna.

Zat besi juga sangat esensial untuk kekebalan tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan rapuhnya sistem imunitas sehingga kita lebih rentan terhadap virus flu babi.
Makanan sumber zat besi hampir sama dengan makanan sumber zinc. Tetapi kita perlu menambahnya dengan suplemen berupa multivitamin dan mineral yang mengandung 100 persen jumlah yang direkomendasikan, yakni 14,8 miligram per hari.

Satu lagi nutrisi super untuk memelihara sistem imunitas. Yaitu yang disebut allicin. Nutrisi ini mudah didapat. Dengan cara mengonsumsi bawang putih mentah. Allicin membantu menghadang kemampuan virus menembus jaringan yang rusak. Sehari satu suing bawang putih mentah bisa menjauhkan kita dari sakit.

Penelitian yang dilakukan Universitas North Carolina, AS, menyebut bahwa perlindungan umum untuk melawan virus influenza bisa diberikan mineral selenium. Ini bisa didapat dari kacang Brasil. Cukup tiga butir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. timesonline/kis


PLASHITABA:

Plashitaba berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina sehingga orang tidak mudah dijangkit penyakit, termasuk Flu Babi. Sesungguhnya manusia mempunyai kemampuan untuk sembuh sendiri dari berbagai penyakit, tetapi tubuh manusia sering dimanja oleh obat-obatan kimia sehingga tubuh manusia jadi lebih sering sakit. Plashitaba menyembuhkan penyakit dengan cara menyediakan nutrisi untuk sembuh atau sehat. Sehingga tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Oleh karena itu Plashitaba sebaiknya dikonsumsi setiap hari, minimal 2 kapsul sehari.

Rabu, 01 Juli 2009

Multivitamin Tingkatkan Resiko Kanker Paru-paru

Kamis, 25 Juni 2009 14:11
KapanLagi.com - Berdasarkan pada hasil penelitian terkini maka para perokok sebaiknya berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin sebagi suplemen yang meningkatkan daya penglihatan karena pada dosis yang tertentu hal itu dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru.

Hasil temuan penelitian memberikan adanya bukti-bukti yang kuat beta karotene dapat meningkatkan resiko terkena kanker paru. Namun banyak aneka vitamin yang dengan jumlah tinggi nutrisi itu tidak memberikan peringatan dini adanya bahaya tersebut. Demikian dikatakan oleh Tawee Tanvetyanon dan Gerold Bepler dari lembaga pusat penelitian kanker H.Lee Moffitt sera Pusat penelitian di Universitas South Florida di Tampa melaporkan hasil penelitian terkini mereka dalam jurnal Kanker.

"Kami menginginkan agar para warga lebih awas menghadapi masalah ini," kata Tanvetyanon mengatakan kepada Reuters.

Tavetyanon dan Bepler mengkaji ulang semua penelitian suplemen beta carotene dalam dosis tinggi serta kaitannya dengan meningkatnya resiko terkena kanker paru dalam literatur kedokteran serta para ilmuwan itu juga mengevaluasi jumlah beta carotene dari puluhan macam suplemen.

Hasil analisa memperlihatkan bahwa perokok yang mengonsumsi dosis tinggi beta carotene, sekitar 20 sampai 30 mg per hari memperoleh 24% kenaikan resiko terkena kanker paru dibandingkan dengan perokok yang tidak mengkonsumsi beta carotene.

Namun nutrisi itu tidak berpengaruh atau memiliki kaitan dengan meningkatnya resiko terkena kanker paru bagi para mantan perokok.

Sebagian besar dari 47 multivitamin yang diteliti oleh para ilmuwan tersebut mengandung 0,3 mg beta carotene yang berjumlah berkisar dari nol hingga 17,2 mg.

Di antara 17 multivitamin lainnya yang dikatakan menambah manfaat bagi daya penglihatan sebagian besar berisi 3 mg dari nutrisi yang dikonsumsi setiap hari dengan kisaran dari nol sampai 24 mg.

Kebanyakan orang umumnya mengambil suplemen dari sejumlah jenis multivitamin, kata Tanvetyanon.

Walaupun sebagian produk berisi atau mengandung beta caroten dalam jumlah relatif kecil namun jumlah itu dapat saja selalu bertambah karena adanya kebiasaan para konsumsi untuk mengonsumsi beberapa jenis suplemen multivitamin .

"Meskipun adanya hubungan antara beta carotene dengan resiko meningkat terkena kanker paru di kalangan perokok, banyak produk suplemen multivitamin yang tak menyertakan keterangan atau peringatan di label produk mereka," kata Tanvetyanon.

"Peringatan yang terbaik yang pernah saya lihat mengatakan: 'Apabila Anda seorang perokok atau mantan perokok sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan untuk mengambil suplemen.....' Tetapi umumnya produk-produk suplemen tersebut tidak menyertakan peringatan bagi konsumennya atau memberikan keterangan yang sangat tidak memadai," kata Tanvetyanon. (kpl/cax)

PLASHITABA:
"Sumber multivitamin atau zat gizi yang terbaik adalah diambil dari makanan yang alami. Multivitamin dan zat gizi lain yang berupa suplemen kimia tetap tidak bisa mengimbangi makanan alami. Plashitaba adalah suplemen dari herbal yang bersumber dari makanan alami, sehingga tidak mempunyai efek samping seperti suplemen kimia buatan"

Senin, 29 Juni 2009

Dampak fatwa haram vaksin meningitis MUI: Tunda pengiriman jemaah haji Indonesia

Jakarta (Espos) Wakil Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), H Aminuddin Ya’qub, menyarankan pemerintah menunda pengiriman jemaah haji Indonesia tahun ini, menyusul keputusan fatwa haram MUI terhadap vaksin meningitis bagi calon jemaah haji.

”Kami sarankan pemberangkatan jemaah haji ditunda terkait dengan masalah vaksin yang mengandung enzim babi ini. Yang pasti, MUI dan para ulama terus berupaya keras memecahkan masalah ini,” katanya dalam talk show membahas kasus vaksin meningitis di Mesjid Al Azhar Jakarta, Sabtu (27/6).
Acara dihadiri pula Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat Husniah Rubiana Thamrin, dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI, Anna Priangani, Amir Majelis Mujahidin Indonesia H Moh Tholib, dan Ketua MUI Sumatera Selatan KH M Sodikun.
Aminuddin mengatakan fatwa haram terhadap vaksin meningitis dikeluarkan setelah melalui pertimbangan dan analisis mendalam dari anggota Komisi Fatwa MUI. Keputusan itu setelah menganalisis pembuatan vaksin tersebut dari produsen, dan dari laporan LPPOM MUI.
”Dari penjelasan-penjelasan yang kami terima, Komisi Fatwa MUI berketetapan vaksin meningitis haram,” tegasnya.
Ketetapan keharaman ini, sambungnya, bukan dari hasil akhir vaksin meningitis, namun karena dalam pembuatan vaksin bermerk Mencevax ACWY ini memanfaatkan lemak atau enzim babi (gliserol).
Menurut Aminuddin, kendati Departemen Kesehatan (Depkes) mengatakan dalam proses pembuatan vaksin sudah melalui ekstraksi/katalisator sehingga unsur babinya dihilangkan, Komisi Fatwa MUI secara tegas mengatakan setiap produk yang memanfaatkan bahan haram, hukumnya haram.
Ia juga menegaskan walaupun pihak produsen vaksin meningitis mengatakan formula baru vaksin ini tidak lagi berbahan hewani, tetap saja tidak jelas kehalalannya. Aminuddin mengatakan vaksin meningitis ketika diteliti melalui tes VCR tidak ditemui enzim babinya, karena VCR digunakan untuk mendeteksi DNA, sedangkan enzim babi berupa protein.
Berdasarkan hal-hal seperti itulah, karena vaksin meningitis memanfaatkan unsur babi dan berbahan cair, MUI menyatakan vaksin ini haram. Ia menjelaskan untuk membicarakan vaksin yang diwajibkan bagi jemaah haji oleh pemerintah Arab Saudi ini, MUI sudah dua kali melakukan pertemuan dengan pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi.
”Pihak Kedubes Arab Saudi mengatakan vaksin ini diwajibkan untuk menjaga keselamatan para jemaah dari penyakit mematikan meningitis. Vaksin ini diberlakukan terhadap jemaah haji dari 77 negara Islam,” kata Aminuddin.
Di sisi lain, ia menyadari apabila penundaan pengiriman jemaah haji Indonesia tahun 2009 dilakukan, bakal berkonsekuensi pada penumpukan pengiriman jemaah ke belakangnya. Bahkan, dari data yang didapatnya, tercatat sudah 700.000 jemaah calon haji yang terdaftar. Aminuddin berharap pemerintah segera mengambil kebijakan (regulasi) yang jelas, karena ini menyangkut kemaslahatan umat.
Di bagian lain, Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan bakal menghormati fatwa haram MUI tentang vaksin meningitis yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi bagi setiap jemaah haji. ”Mudah-mudahan ulama dan pemerintah bisa bergandengan tangan melayani kepentingan umat,” kata Menkes.
Menkes mengaku tidak bisa mengambil keputusan ketika MUI telah mengeluarkan fatwa haram, karena Depkes hanya bagian kecil dari lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan ibadah haji. ”Setelah difatwa haram, saya tentu akan mengembalikan ke Menteri Agama untuk mengambil langkah-langkah berikut.”
Menkes yakin pemerintah Arab Saudi tidak akan mau menguruskan visa manakala masalah ini belum selesai. Dikhawatirkan hal ini bisa menjadi hambatan bagi jemaah calon haji Indonesia berangkat tahun ini.
Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), H Moh Tholib, meminta Menkes memfasilitasi pembahasan vaksin meningitis secara terbuka dan melibatkan para ulama baik Indonesia maupun ulama Arab Saudi. Ia mengatakan selama kecurigaan terhadap vaksin meningitis mengandung enzim babi atau tidak, bisa dianggap sebagai subhat, dan hukumnya haram.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Pusat Husniah Rubiana Thamrin membenarkan dalam proses pembuatan vaksin meningitis yang diwajibkan untuk jemaah calon haji, bersentuhan dengan unsur babi.
Ia menerangkan vaksin yang digunakan oleh seluruh jemaah haji di 77 negara Islam di dunia merupakan vaksin yang sama. ”Di Malaysia, vaksin ini difatwakan halal. Namun kita harus menghargai fatwa MUI,” timpal Husniah. Ia mengatakan Indonesia merupakan satu dari 20 negara di dunia yang bisa memproduksi vaksin. - Oleh : Ant/dtc