Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 April 2010

Asam Urat

Gambar Asam Urat yang menyebabkan peradangan di jempol kaki


Asam urat adalah asam hasil metabolisme protein berupa asam-asam inti yang terdapat dalam inti sel. Setelah mengalami berbagai miam proses biokimia akan menjadi oksida purin. Purin sendiri merupakan salah satu turunan asam ammo. Oksidasi purin ini di metabolisme lagi oleh suatu enzim dan menghaSilkan produk akhir yaitu asam urat. Jadi asam Urat adalah hasil akhir dari metabolisme tubuh dari bahan purin. Asam urat menjadi masalah bila ekresi atau proses pembuangan tidak terjadi dengan baik. Hal ini terjadi karena ginjal mengalami gangguan fungsi. Ginjal tidak rusak tapi kemampuannya membuang asam urat kurang. Hal ini biasanya karena faktor keturunan, tetapi lebih besar perananannya adalah kebiasaan gaya hidup yang diturunkan oleh orang tuanya. Oleh sebab itu bila ada gangguan fungsi ginjal, kadar asam urat dalam darah akan meningkat atau disebuit sebagai hiperurisemia. Selain dibuang lewat ginjal (70%) dalam bentuk urin, asam urat yang berasal dari makanan dan metabolisme tubuh ini dikeluarkan juga melalui usus yaitu 30%.

Minggu, 06 September 2009

Kenali Penyakit Diabetes Sejak Dini

Penyakit Diabetes mellitus (DM) atau yang sering disebut sebagai kencing manis merupakan satu dari sekian penyakit metabolik yang prevalensinya meningkat setiap tahunnya. Jadi jangan pernah anggap remeh akan penyakit ini, karena siapapun dapat terkena penyakit ini.

Apabila seseorang sudah mengidap diabetes, maka seumur hidupnya ia akan sangat tergantung kepada obat-obatan dan tentunya harus selalu menjaga asupan makanan dan pola hidup. Data Departemen Kesehatan RI menunjukkan, prevalensi DM sekitar 1,5-2,3% dari populasi usia di atas 15 tahun.

Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan, pada tahun 1995, di Indonesia terdapat sekitar 5 juta penderita DM. Sehingga, dengan asumsi prevalensi DM 4%, diperkirakan pada tahun 2020 penderita DM di Indonesia akan mencapai 12 juta orang. Hal ini harus kita sadari sejak dini sehingga upaya pencegahan pun dapat dilakukan.

Terdapat dua tipe DM yang umum terjadi di Indonesia, pertama adalah DM yang bergantung pada insulin (insulin-dependent diabetes mellitus), disebabkan karena destruksi sel beta langerhans akibat proses auto imun (tidak diketahui sebabnya) sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita pada anak-anak maupun dewasa.

Tipe DM yang kedua adalah DM yang tidak bergantung pada insulin (non-insulin-dependent diabetes mellitus) akibat dari kegagalan relatif sel beta langerhans sehingga terjadi resistensi terhadap insulin (sensitifitas insulin berkurang).

Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui namun dicurigai salah satunya akibat kegemukan (overweight). Diabetes mellitus (DM) yang timbul akibat kegemukan ini biasanya terjadi pada usia lanjut atau diatas 40 tahun.

Melakukan diagnosa pada penderita DM tidaklah sulit, antara lain adanya keluhan sering buang air kecil (polyuria) terutama pada malam hari, sering merasa haus (polydipsi), sering merasa lapar (polyfagi), badan mengurus serta lemas merupakan cara kita untuk mengetahui seseorang tersebut terkena DM atau tidak. Terlebih apabila hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka yang melebihi 200 mg/dl, maka seseorang tersebut sudah bisa dipastikan mengidap DM.

Sabtu, 15 Agustus 2009

Ahli Terapi: Obat Herbal Lemahkan Racun

Ahli pengobatan alami (herbal) Reno Wilopo menyatakan bahwa obat tradisional berfungsi melemahkan racun dalam proses penyembuhan penyakit pada manusia.

“Obat herbal berfungsi mengawasi, termasuk membunuh kandungan racun dalam tubuh manusia,” kata Reno Wilopo di Jakarta, Selasa.

Reno mengatakan obat tradisional mampu membentuk zat kekebalan tubuh (antibodi) yang tidak terdapat dalam tubuh manusia, dengan tujuan melindungi dari unsur yang merusak organ tubuh.

Jenis tanaman yang memiliki khasiat penyembuhan penyakit, antara lain mahkota dewa, kunyit putih, jahe, lengkuas, bawang putih, daun sirih dan sambiloto.

Reno menuturkan jenis penyakit yang dapat disembuhkan di antaranya, jantung, hepatitis (gangguang hati), kanker, tumor dan penyakit berat lainnya.

Membandingkan obat herbal dengan obat medis yang berdasarkan resep dokter, Reno mengatakan, masing-masing memiliki keunggulan untuk menyembuhkan penyakit.

Perbedaannya yakni satu jenis obat medis secara spesifik menyembuhkan satu penyakit, sedangkan obat herbal mampu menjadi penawar rasa sakit berbagai jenis penyakit.

“Obat herbal secara medis memperbaiki jaringan tubuh yang rusak,” kata Reno seraya mencontohkan ramuan mahkota dewa mampu penyembuhkan penyakit kanker, tumor, dan jantung.

Lebih lanjut, Reno menilai obat medis lebih mengoptimalkan darah sebagai indikator dan menjaga agar darah normal secara klinis (pemeriksaan laboratorium), namun tanpa mempedulikan dampaknya terhadap kerusakan organ tubuh lainnya.

Contohnya penyuntikan cairan insulin untuk penderita diabetes berpotensi menyebabkan rusaknya kelenjar tubuh yang biasanya memproduksi insulin.

Sementara itu, anggota Asosiasi Pengobat Tradisional Ramuan Indonesia Joko Suryanto mengatakan terapi obat ramuan tradisional bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel organ tubuh yang rusak akibat radang dengan penyembuhannya bersifat permanen.

Reno dan Joko mengharapkan pemerintah segera membuat kebijakan untuk mendorong penelitian ramuan tradisional asal Indonesia agar mendapatkan pengakuan dari dunia. (*)

Sumber: Antara News | Jakarta - 20/05/09 14:55

PLASHITABA mengobati diabetes tipe 2 dengan cara memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Kandungan ekstrak lumbricus rubellus dan ashitaba bekerja sama untuk membuang racun penyebab diabetes, menormalkan kadar gula dalam darah dan kemudian meregenerasi sel-sel serta organ yang terkait dengan penyebab diabetes.

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK CACING JENIS Lumbricus rubellus TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL)

Kesadaran masyarakat akan bahaya kolesterol tinggi telah meningkat pesat dalam dua dekade terakhir ini, hal ini karena kolesterol tinggi adalah masalah kesehatan yang serius bagi manusia. Tetapi saat ini pengobatan modern terhadap kolesterol tinggi cenderung mahal dan hasilnya sering mengecewakan. Seiring dengan masalah tersebut, masyarakat cenderung menggunakan cara tradisional untuk mengatasi kolesterol tinggi yang salah satunya adalah dengan menggunakan ekstrak cacing tanah Lumbricus rubellus (kandungan utama PLASHITABA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian extrak cacing tanah Lumbricus rubellus terhadap kadar kolesterol HDL tikus putih galur wistar jantan hiperkolesterolemia.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental Pre-post test one group design dengan subjek yang sama. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih galur wistar jantan yang berumur ± 3 bulan sebanyak 10 ekor dengan berat badan 150-200 gram yang dibuat 3 perlakuan. Perlakuan pertama dengan pemberian pakan standar dan aquadest selama 7 hari (kelompok I). Dilanjutkan dengan perlakuan pemberian pakan standar, aquadest dan minyak babi selama 7 hari (kelompok II). Dan terakhir dengan perlakuan pemberian pakan standar, aquadest dan ekstrak cacing tanah 1,8 g/200gBB tiga kali sehari selama 14 hari (kelompok III).

Kadar kolesterol HDL rerata pada kelompok I sebesar 50,621 mg/dL, kelompok II sebesar 40,543 mg/dL dan kelompok III sebesar 50,290 mg/dL. Uji normalitas Shapiro Wilk ketiga kelompok perlakuan diperoleh hasil > 0,05, menunjukkan bahwa sebaran data normal. Uji homogenitas tidak dilakukan karena data berpasangan. Dilanjutkan dengan uji Paired Sample T dengan diperoleh nilai antara kelompok I dan II p <> 0,025.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak cacing tanah Lumbricus rubellus (PLASHITABA) berpengaruh menaikkan kadar kolesterol HDL pada tikus putih galur wistar jantan hiperkolesterolemia.

Obati Diabetes Lewat Insulin Tidaklah Cukup

Hingga kini diketahui, pengobatan bagi penderita diabetes dilakukan dengan memberikan insulin agar dapat mengatur kadar gula darah dalam rentang normal. Namun, pemberian insulin diyakini tidaklah cukup untuk menyembuhkan diabetes. Demikian diungkapkan Ketua Divisi Metabolik dan Endokrin, Departemen Penyakit Dalam FK UI, Prof. Sidartawan Soegondo di Jakarta, awal pekan ini.

Dikatakan Sidarta, insulin hanya bertugas memasukan glukosa ke dalam sel. Disamping memproduksi insulin, tubuh juga memproduksi glukagon. Hormon ini memiliki sifat bertolak belakang dengan insulin. Artinya, ketika tubuh penderita diabetes memproduksi hormon insulin secara terbatas maka keadaan berbalik dimana produksi hormon glukagon meningkat sehingga kadar glukosa dalam darah turut meningkat.

Pada orang normal atau tidak diabetes, insulin bekerja untuk meningkatkan pengambilan glukosa selular, dengan begitu terjadi penurunan kadar glukosa dalam plasma. Sementara itu, glukagon bekerja meningkatkan kadar glukosa plasma dengan cara meningkatkan produksi glukosa hati (hepatic glucose production – HGP) dan glukoneogenesis. Peningkatan konsentrasi glukosa dalam plasma akan memberikan sinyal untuk sekresi insulin dan sekresi glukagon, sehingga terbentuk keseimbangan glukosa normal.

Tak hanya itu, di dalam tubuh juga terdapat hormon inkretin yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Hormon ini terdiri dari GLP-1 (glucagon-like peptide-1) dan GIP (glucose-dependent insulinotropic polypeptide). Dua inti Hormon ini berfungsi untuk mengatur kontrol glukosa darah dan memperbaiki fungsi keseimbangan antara glukagon dan insulin.

“Pada penderita diabetes tipe 2, terjadi kekurangan inkretin sehingga keseimbangan glukagon dan insulin terganggu. Kurangnya jumlah inkretin diibaratkan kunci (insulin) untuk membuka pintu (Glukagon) agar glukosa masuk dalam sel tidaklah pas. Ini yang lebih rumit lagi,” tuturnya. Tidaknya pas kunci tersebut, lanjutnya, dikarenakan penghambatan DPP-4 (Dipeptidly Peptidase-4), sejenis Protein yang memecah sistem sel beta dan alfa pada pankreas.

Selain itu, kata dia, kacaunya keseimbangan insulin dan glukagon meningkatkan lipolisis dalam tubuh. Lipolisis merupakan bentuk pemecahan kadar lemak. Sekresi itu mengakibatkan peningkatan kadar asam lemak dalam darah. Apabila efek liposis disertai dengan defisiensi insulin yang berat dapat menyebabkan terjadinya ketosis.

Ketosis merupakan akibat dari metabolisme yang tidak lengkap terhadap asam lemak. Tubuh membentuk fragmen asam lemak menjadi substansi yang disebut keton. Keton merupakan racun bagi sistem tubuh dan tubuh mengeluarkannya melalui urine. “ini yang bisa berbahaya bagi ginjal karena bisa menyebabkan gagal ginjal,” tuturnya.

Sidarta lantas menggaris bawahi diabetes tidak hanya sebatas diobati dengan terapi insulin saja. Tapi juga diikuti dengan terapi lain yang berfungsi menyeimbangkan hormon-hormon yang terkait dengan diabetes. “Tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita, banyak hal yang harus kembali dipelajari,” kata dia.

Pengobatan menyeluruh diibaratkanya mengatu rpola makanan. Seperti diketahui, bagi penderita diabetes harus memperhatikan tiga hal yakni kadar kolesterol, tekanan darah dan kadar gula, sebab saling berhubungan satu dengan yang lain.

Dia mencontohkan, untuk menjaga kadar gula maka penderita diabetes harus meminimalisir konsumsi makanan yang bersifat manis, lantas turut diperhatikan pula hal bersifat asin untuk mengkontrol tekanan darah. Sedangkan, menghindari makanan berminyak harus dilakukan sebagai upaya mencegah tingginya kadar kolesterol dalam darah.”Jika hanya menghindari manis, lantas buat apa” kata dia.

Menurutnya, penderita diabetes bukan mengurangi pola makan melainkan mengatur sedemikian rupa asupan makanan dengan kadar kandungan yang seimbang.”Paling tidak itu lebih baik karena masih memiliki takaran yang jelas. Hal lain yang menurut saya berbahaya karena tidak memiliki takaran adalah merokok,”pungkasnya. (cr2/rin)

Sumber: Republika Online | Rabu, 15 Juli 2009 pukul 08:03:00
http://www.republika.co.id/berita/62411/Hadapi_Diabetes_Tak_Cukup_Insulin

PLASHITABA mengobati diabetes tipe 2 dengan cara memperbaiki sistem metabolisme tubuh. Kandungan ekstrak lumbricus rubellus dan ashitaba bekerja sama untuk membuang racun penyebab diabetes, menormalkan kadar gula dalam darah dan kemudian meregenerasi sel-sel serta organ yang terkait dengan penyebab diabetes.

Rabu, 15 Juli 2009

Tempe Bisa Menghadang Flu Babi

London - Surya- Muncul pertama kali di Meksiko, swine flu atau yang lebih kita kenal sebagai flu babi telah menyebar ke seluruh dunia. Bahkan Indonesia pun sudah bukan tempat yang aman lagi dari penyebaran virus H1N1 itu.

Di Jawa Timur sudah ada beberapa kasus. Yang terbaru adalah dua keluarga, masing-masing dari Malang dan Surabaya, terindikasi flu babi. Kini mereka harus menjalani karantina di RSUD Syaiful Anwar Malang dan RS Dr Soetomo Surabaya.

Menurut ketua tim penanggulangan flu pandemic dari Badan Perlindungan Kesehatan Inggris, Dr Nick Phin, pada dasarnya yang penting adalah kekebalan tubuh. Dan kekebalan itu bisa didapatkan dari makan makanan sehat sehingga tubuh memiliki kesempatan terbaik untuk melawan virus.
“Orang yang kurang gizi lebih rentan terhadap infeksi. Dan bagi sebagaian besar orang, pola makan yang sehat dan seimbang merupakan faktor penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh,” jelas Dokter Phin.

Tentu saja kita tetap harus mengikuti anjuran pencegahan termasuk dengan menutup mulut dengan tisu ketika bersin. Kemudian cepat-cepat memasukkannya ke dalam tong sampah. Mencuci tangan sesering mungkin sangat dianjurkan untuk mencegah tertular virus H1N1.

Namun, jika virus itu sudah menyerang, makanan yang kita konsumsi itulah yang berfungsi mengoptimalkan kekuatan selaput dalam telinga, hidung, dan tenggorok untuk membentuk benteng di dalam tubuh melawan organisme dari luar
Makanan berprotein tinggi seperti daging merah, ayam, telur, serta ikan, susu, atau produk susu sangat dianjurkan menjadi makanan sehari-hari. Begitu juga kacang polong dan makanan berbahan kedelai seperti tempe, tahu, atau susu kedelai.

Jenis-jenis makanan itu menyuplai gizi yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel epithelial dalam selaput pada telinga, hidung, dan tenggorokan. Tiga porsi salah satu bahan makanan tersebut dalam sehari bisa menambah kekuatan jaringan benteng dalam tubuh.

Lengkapi juga menu sehari-hari dengan buah dan sayur berwarna jingga atau hijau gelap. Contohnya wortel, lebu, apricot, mangga, bayam, dan kubis. Sayur dan buah itu memiliki kandungan vitamin A yang tinggi dan itulah nutrisi yang diperlukan tubuh untuk menguatkan selaput pernapasan.
Jika virus benar-benar memasuki tubuh, giliran sel darah putih yang harus melawan. Saat itulah vitamin C berperan penting untuk memobilisasi kekuatan melawan virus.

Karena kita tidak bisa menyimpan vitamin C dalam tubuh, makanan sumber vitamin C harus menjadi bagian dalam menu keseharian. Ini bisa diperoleh dari paprika, bayam, hingga keluarga jeruk, beri, atau kacang beku. Buah kalengan, jus jeruk atau grapefruit dalam kemasan pun bisa membantu.

Pasukan lain untuk melawan virus adalah sel T. Mineral yang disebut zinc sangat penting untuk pembentukan antibodi ini. Jika kita mengalami kekurangan antibodi ini, batuk dan pilek biasa mudah sekali menyerang. Bagusnya, persediaan antibodi bisa dinormalkan dengan mencukupi kebutuhan zinc dalam makanan sehari-hari.

Mineral ini bisa didapatkan dari daging sapi, telur, makanan laut seperti kepiting, tiram, dan ikan sardine. Biji-bijian utuh serta isi labu pun bagus. Tetapi zinc dari kelompok pertama lebih mudah dicerna.

Zat besi juga sangat esensial untuk kekebalan tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan rapuhnya sistem imunitas sehingga kita lebih rentan terhadap virus flu babi.
Makanan sumber zat besi hampir sama dengan makanan sumber zinc. Tetapi kita perlu menambahnya dengan suplemen berupa multivitamin dan mineral yang mengandung 100 persen jumlah yang direkomendasikan, yakni 14,8 miligram per hari.

Satu lagi nutrisi super untuk memelihara sistem imunitas. Yaitu yang disebut allicin. Nutrisi ini mudah didapat. Dengan cara mengonsumsi bawang putih mentah. Allicin membantu menghadang kemampuan virus menembus jaringan yang rusak. Sehari satu suing bawang putih mentah bisa menjauhkan kita dari sakit.

Penelitian yang dilakukan Universitas North Carolina, AS, menyebut bahwa perlindungan umum untuk melawan virus influenza bisa diberikan mineral selenium. Ini bisa didapat dari kacang Brasil. Cukup tiga butir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. timesonline/kis


PLASHITABA:

Plashitaba berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina sehingga orang tidak mudah dijangkit penyakit, termasuk Flu Babi. Sesungguhnya manusia mempunyai kemampuan untuk sembuh sendiri dari berbagai penyakit, tetapi tubuh manusia sering dimanja oleh obat-obatan kimia sehingga tubuh manusia jadi lebih sering sakit. Plashitaba menyembuhkan penyakit dengan cara menyediakan nutrisi untuk sembuh atau sehat. Sehingga tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri. Oleh karena itu Plashitaba sebaiknya dikonsumsi setiap hari, minimal 2 kapsul sehari.

Minggu, 31 Mei 2009

Diabetes, Silent Killer

Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.

Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.

Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.

Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.

Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.

Selasa, 28 April 2009

Tips Hindari Flu Babi

Jakarta - Virus strain baru flu babi (swine flu) memang bisa mematikan. Apalagi virus strain baru bisa menyebar dengan cepat. Sebabnya, tak seorang pun punya kekebalan alami terhadap virus baru ini. Dan butuh waktu beberapa bulan untuk mengembangkan vaksinasi virus ini.

Namun setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit flu babi yang ditularkan dari orang ke orang ini. Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan beberapa tips.
  • Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang tisu itu ke kotak sampah.
  • Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan.
  • Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.
  • Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita.
  • Jika Anda sakit flu, CDC menyarankan Anda untuk tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.
Di Meksiko, negara yang paling parah dilanda wabah flu babi ini, pemerintah negeri itu mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk tidak berciuman, meski hanya cium pipi. Demikian seperti dilansir CNN, Senin (27/4/2009).

Pemerintah Meksiko juga mengimbau untuk tidak berada di antara kerumunan orang banyak serta tidak berdekatan dengan orang lain yang sakit. Penggunaan masker juga digalakkan di negeri itu.

Sejauh ini setidaknya 81 orang telah meninggal akibat wabah flu babi di Meksiko. Lebih dari seribu orang lainnya terkena penyakit ini.
(ita/iy)
http://www.detiknews.com/read/2009/04/27/140840/1122066/10/tips-hindari-flu-babi