Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2009

Puasa Mengantarkan Kesuksesan di Akhirat DAN JUGA Dunia

http://www.keadilan-jepang.org/articles.php?id=1007
Tausyiah
Puasa Mengantarkan Kesuksesan di Akhirat DAN JUGA Dunia
Kalau kita mempelajari sejarah hidup mereka yang sukses, maka kita akan menemukan ada beberapa kesamaan pada diri mereka yang bisa dilihat dari segi KARAKTER. Mereka mempunyai KARAKTER PARA PEMENANG, seperti sifat pembelajar, berpikir secara ilmiah, percaya diri, disiplin, suka bekerja keras, mempunyai kecerdasan emosional, berpikir positif, mempunyai target atau visi hidup yang jelas, dan lain-lain sejenisnya. Sebaliknya mereka yang gagal biasanya mempunyai karakter yang berlawanan.

Hal ini mungkin bisa menjelaskan mengapa bangsa kita Indonesia masih belum bisa lepas dari keterpurukan. Berbagai masalah kronis seperti korupsi masih juga merajalela meskipun alhamdulillah sudah ada usaha penangkapan dari KPK. Problem kemiskinan juga belum juga meninggalkan negeri ini, seperti terlihat dalam berita meninggalnya 21 orang miskin yang antre pembagian zakat di Pasuruan.

Kalau kita kaji lebih dalam, hal ini memang wajar terjadi mengingat sebagian besar bangsa Indonesia yang masih belum 'mengubah diri' menjadi karakter para pemenang. Mari kita kaji satu persatu.

Malas belajar dan juga membaca (lawan dari sifat pembelajar)
Sungguh disayangkan mayoritas bangsa ini yang notabene-nya umat Islam masih lemah dari segi pendidikan, yang diperparah dengan sifat malas belajar, yang bisa terlihat dari tingkat komsumsi bahan bacaan yang rendah. Sayang sungguh sayang, padahal ayat Al-Qur'an yang pertama kali turun adalah perintah membaca (iqro') [QS. 96:1], perintah untuk mempelajari kehebatan Tuhan yang telah menciptakan, perintah untuk mempelajari bagaimana penciptaan manusia, yang telah mengajarkan manusia pengetahuan dengan perantaraan kalam. Dan Nabi Muhammad SAW sangatlah menganjurkan umatnya untuk menuntut ilmu [Al-Hadits].

Berpikir irasional (lawan dari berpikir ilmiah)
Masih banyak di negeri ini orang-orang yang yang memakai pola pikir irasonal dalam memecahkan permasalahan hidup. Ingin lulus, ingin dapat kerja, ingin bisnis lancar, dan sebagainya lalu pergi ke dukun, atau 'orang pintar'(Red. harusnya 'orang bodoh'), atau bahkan ke kuburan. Padahal hal-hal syirik semacam ini dalam Islam hal-hal ini sangat bertentangan dengan aqidah Islam, bertentangan dengan ajaran tawhid (menjadikan Allah satu-satunya Yang Maha Kuasa), dan dosa syirik sangat besar dan sulit diampuni oleh Allah . Maka tidak heran banyak acara televisi dan filem yang berbau klenik. Sementara pemerintah lebih khusus lagi depkominfo dan depdiknas tidak mempunyai 'tangan' untuk melarangnya, dan MUI hanya sanggup memberikan anjuran mengurangi acara-acara semacam itu.

Suka jalan pintas dan seenaknya (lawan dari suka bekerja keras dan disiplin)
Banyak pula di negeri ini orang-orang yang suka mencari jalan pintas dari pada jalan kerja keras. Lebih suka membeli gelar daripada belajar. Padahal sunnatullah menunjukan bahwa prestasi hanya bisa diraih dengan kerja keras dan proses yang panjang. Dan dari budaya jalan pintas itu bisa melahirkan budaya sogok, dan akhirnya melahirkan budaya korupsi dan kolusi. Dua problem besar yang telah membawa kehancuran ekonomi negeri ini. Lebih parah lagi kalau budaya jalan pintas ini bergabung dengan pola pikir irasional. Maka tidak heran begitu banyak mereka yang ditipu 'orang bodoh' yang mengaku bisa menggandakan uang dalam sekejap. Tidak heran pula kalau ada contoh universitas Islam dan bahkan pejabat tinggi yang tertipu oleh orang yang mengaku punya teknologi mengubah air menjadi minyak.

Mudah berkelahi sendiri dan berpecah belah (lawan dari memiliki kecerdasan emosi)
Satu lagi yang mengganggu di negeri ini adalah begitu mudahnya bangsa ini mengumbar emosi amarah, berkelahi dan berpecah belah. Di level anak-anak sekolah dan pemuda kita bisa melihat adanya budaya tawuran, bahkan ada yang sampai meninggal di bulan suci Ramadhan tahun ini. Di level orang dewasa pun kita melihat ada banyak parpol dan ormas yang berkelahi dan kemudian terpecah belah. Padahal salah satu kunci penting dalam membangun bangsa adalah adanya persatuan. Bagaimana mungkin mereka membangun bangsa kalau organisasi mereka sendiri masih kacau. Orang yang sukses biasanya memiliki kecerdasan emosi yang baik, yang tercermin dari pengendalian emosi seperti tidak mudah marah, tetap menjaga akhlak meskipun dengan orang yang berbeda pendapat dengannya, memilih hal-hal besar yang lebih prioritas (menjaga kesatuan) daripada hal-hal kecil (melampiaskan emosi). Itulah sebabnya salah satu karakter orang yang taqwa, yang menjadi tujuan dari puasa, adalah menahan emosi amarah dan memaafkan kesalahan orang lain [QS. 3:134 ].

Puasa mengantarkan kesukesan akhirat
Puasa yang diperintahkan oleh Allah SWT kepada orang-orang yang beriman, berfungsi untuk mengasah kecerdasan emosi. Dengan puasa kita dilatih mengendalikan diri (self-control), menahan hawa nafsu dari yang paling mendasar berupa kebutuhan makanan dan seksual, sampai yang tinggi seperti menahan amarah.
Sedemikan besarnya amalan puasa ini sehingga Allah menjanjikan kesuksesan akhirat bagi mereka yang menjalankan dengan baik. Dengan berpuasa kita menjadi orang yang taqwa, dan banyak kita baca di Al-Qur'an bahwa orang taqwa dijanjikan masuk surga [QS. 3:14-15, 3:133, 15:45, 19:60-63, 51:15, 54:54-55].Bahkan Allah menjanjikan ada pintu khusus ke surga bernama Ar-Royyan bagi mereka yang nilai puasanya bagus [Al-Hadits].

Puasa mengantarkan kesukesan dunia juga Namun, tahukah kita bahwa puasa juga bisa membawa kepada kesuksesan di dunia? Sebuah artikel menarik berjudul "Self-control is the key to success" [San Fransicto Chronicle] menunjukan hal itu. Diceritakan seorang psikolog bernama Walter Mischel melakukan eksperimen kepada anak-anak berusia 4 tahun, kemudian melakukan pengamatan bagaimana keadaan mereka setelah dewasa, lalu menemukan adanya kaitan antara pengendalian diri dan kesukesan perjalanan hidup mereka. Berikut ringkasannya.

Self-control is the key to success
AROUND 1970, psychologist Walter Mischel launched a classic experiment. He left a succession of 4-year-olds in a room with a bell and a marshmallow. If they rang the bell, he would come back and they could eat the marshmallow. If, however, they didn't ring the bell and waited for him to come back on his own, they could then have two marshmallows.
In videos of the experiment, you can see the children squirming, kicking, hiding their eyes -- desperately trying to exercise self-control so they can wait and get two marshmallows. Their performance varied widely. Some broke down and rang the bell within a minute. Others lasted 15 minutes.
The children who waited longer went on to get higher SAT scores. They got into better colleges and had, on average, better adult outcomes. The children who rang the bell quickest were more likely to become bullies. They received worse teacher and parental evaluations 10 years later and were more likely to have drug problems at age 32.

Yet the Mischel experiments, along with everyday experience, tell us that self-control is essential. Young people who can delay gratification can sit through sometimes boring classes to get a degree. They can perform rote tasks in order to, say, master a language. They can avoid drugs and alcohol. For people without self-control skills, however, school is a series of failed ordeals. No wonder they drop out. Life is a parade of foolish decisions: teenage pregnancy, drug use, gambling, truancy and crime.


Penutup
Kita bersyukur kepada Allah SWT yang sungguh sayang kepada kita dengan memberikan perintah puasa. Puasa selain membawa kepada kesuksesan di akhirat ternyata juga membawa kepada kesuksesan di dunia. Maka tidaklah heran kalau pemeluk agama lain juga ada puasa dalam versi mereka sendiri. Sayang sekali bangsa Indonesia yang mayoritasnya umat Islam, rajin melakukan puasa tetapi lupa dengan dengan nilai-nilai dan kebaikan yang dihasilkan dari puasa. Kita berdoa dan berharap kepada Allah SWT semoga puasa kita tidak sia-sia. Amiiin.

Biasakan Anak Puasa Sejak Dini Agar Cerdas


Medan (ANTARA News) - Membiasakan berpuasa sejak dini kepada anak-anak mempengaruhi tingkat kecerdasan, ungkap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA) Irna Minauli di Medan, Selasa.

Ketika berpuasa, anak diuji bersabar menunggu saat makan dan minum yang diperbolehkan sehingga berpuasa menjadi ajang latihan bagi anak untuk menahan emosi, katanya.

Akibatnya kecerdasan emosional anak meningkat dan mempengaruhi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial secara baik.

Ia mengungkapkan, berdasarkan satu penelitian psikolog asal Amerika Daniel Golemen, terdapat perbedaan perkembangan psikologis pada anak yang sabar menunggu dengan anak yang tidak sabar.

Oleh karena itu, perlu untuk membiasakan anak berpuasa sejak dini supaya anak memiliki tingkat emosional yang baik sehingga kecerdasaan emosionalnya terus terasah.

Lebih dari itu ternyata puasa juga mampu meningkatkan kecerdasan spritual anak sehingga kebiasaan itu menjadikan anak sebagai individu yang ramah dan taat pada ajaran agama.

"Untuk memacu semangat anak berpuasa, orang tua juga harus menjadi contoh mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik," demikian Irna. (*)

Sabtu, 08 Agustus 2009

Kesehatan Reproduksi Wanita Dalam Islam

Islam sebagai ad-Dien merupakan pedoman hidup yang mengatur dan membimbing manusia yang berakal untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat. Sisi-sisi kehidupan manusia sekecil apapun telah menjadi perhatian Islam, termasuk dalam hal ini yang berkaitan dengan kesehatan. Ia merupakan nikmat dari Allah yang luar biasa nilainya, karena itu ia merupakan amanah yang menjadi kewajiban bagi setiap pribadi untuk menjaganya dengan memelihara kesehatan secara sungguh-sungguh.

Kesehatan adalah sesuatu yang sangat vital sekali bagi kehidupan manusia, disamping kebutuhan sandang, pangan dan papan, karena kesehatan merupakan sarana dalam mencapai kehidupan yang bahagia. Kebutuhan hidup yang tersedia tidak akan berguna dan menjadi hambar apabila tidak diiringi dengan kesehatan badan. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas :

Perhatikanlah lima perkara ini sebelum datang lima perkara : 1. Hidupmu sebelum datang ajalmu; 2. Jagalah kesehatanmu sebelum datang sakitmu; 3. Manfaatkan sebaik-baiknya kesempatanmu sebelum datang kesibukanmu; 4. Manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa tuamu; 5. Manfaatkan kekayaanmu sebelum datang masa fakirmu.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Disamping itu setiap muslim yang sakit di perintahkan pula untuk berobat kepada ahlinya dan perbuatan tersebut juga bernilai ibadah sebagaimana yang pernah di sabdakan oleh Nabi saw. “Berobatlah wahai hamba-hamba Allah, karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan pula obatnya, selain penyakit yang satu, yaitu penyakit tua (pikun).” HR.Ahmad, Ibnu Hibban,Hakim.

Islam mengajarkan prinsip-prinsip kesehatan, kebersihan dan kesucian lahir dan batin. Antara kesehatan jasmani dengan kesehatan rohani merupakan kesatuan system yang terpadu, sebab kesehatan jasmani dan rohani menjadi syarat bagi tercapainya suatu kehidupan yang sejahtera di dunia dan kebahagiaan di akhirat.

Sistem kesehatan dalam Islam tercermin dalam ajaran syariat yang mewajibkan perbuatan membersihkan diri dari kotoran (najis), dari hadats dan dari kotoran hati semua itu berada dalam satu paket ibadah seperti wudhu’, mandi, shalat dan lain sebagainya.

Kita sudah mengenal bahwa pangkal dari kesehatan adalah kebersihan, bahkan melalui ajaran-ajaran Rasulullah kita dituntun untuk senantiasa memperhatikan masalah kebersihan. Kaedah ushuliyah mengatakan : Kesehatan jasmani didahulukan dari pada kesempurnaan agama sementara kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Jadi iman merupakan pokok ajaran untuk berbuat secara sehat, Islam misalnya menunjukkan kebersihan dan kesucian dalam lima bagian, kebersihan dan kesucian rumah dan perkarangan, badan, pakaian, makanan serta kebersihan dan kesucian ruh dan hati.

Kesehatan baik jasmani atau rohani merupakan nikmat dan rahmat Allah yang setinggi-tingginya, harta benda dan jabatan tidak ada gunanya apabila jasmani dan rohani sakit. Jasmani dan rohani yang sehat merupakan pangkal kebahagiaan dan kesenangan.

Secara lebih khusus, perhatian Islam terhadap masalah kesehatan reproduksi wanita sedemikian besar, ini tercermin dalam hal :

Pelarangan berduaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Rasulullah saw bersabda : Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita di tempat yang sepi kecuali jika ada mahrom. Pelarangan ini merupan tindakan preventif agar tidak terjadinya perzinahan (hubungan seksual di luar pernikahan) yang merupakan perbuatan terlarang. Sebab dampak yang ditimbulkan dari perzinahan adalah dapat menyebabkan kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy) yang ujungnya adalah aborsi sedangkan aborsi itu sendiri dapat menimbulkan berbagai penyakit, di antaranya kemandulan atau timbulnya berbagai macam penyakit kelamin salah satunya adalah AIDS. Yang banyak dirugikan adalah kaum wanita itu sendiri.

Pelarangan ini menunjukkan betapa besar perhatian Islam terhadap kesehatan reproduksi wanita, agar setiap orang menjaganya dengan baik sehingga seorang wanita dapat menjalankan fungsi reproduksinya secara sehat dan bertanggung jawab.

Menganjurkan pernikahan sebagai bentuk perlindungan agar reproduksi menjadi sehat dan bertanggung jawab.

Tidak berhubungan ketika istri sedang haid (QS.2:222).Memberikan hak pada wanita untuk mendapatkan perlakuan yang baik dari semua pihak misalnya hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada saat hamil dan menyusui. Dalam saat seperti ini suami berkewajiban menjaga istrinya yang sedang hamil atau menyusui agar selalu dalam keadaan sehat, baik secara fisik maupun mental. Bahkan Allah swt dalam al-Quran menegaskan kondisi wanita yang hamil dalam keadaan lemah (Qs. Lukman : 13 dan al-Ahqof : 15). Oleh karena perhatian yang sangat besar terhadap kondisi tersebut, maka wanita hamil dan menyusui tidak diwajibkan untuk beribadah puasa.

Memberikan hak pada wanita untuk mengatur kelahiran. Islam memberikan petunjuk kepada wanita agar reproduksi dilakukan dengan mengatur jarak kelahiran. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan seperti meninggal ketika melahirkan karena lemah fisik atau badan tidak sehat. Dan juga untuk memenuhi kebutuhan bayi terhadap ASI, karena ASI itu sendiri sangat besar manfaatnya bagi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Isyarat tersebut ada di dalam Qs. Al-Baqoroh : 233 : Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu yang bagi ingin menyempurnakan penyusuan. Dalam Qs. Al-Ahqof : 15 : Mengandungnya sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan. Artinya jarak kelahiran bisa terjadi kurang lebih 3 tahun.

Demikianlah perhatian Islam secara langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan reproduksi wanita.

sumber: http://www.pks-anz.org

Rabu, 05 Agustus 2009

Puasa: Menurut fiqh sampai medis

"Kesehatan itu bermula dari kemauan diri berhenti makan sebelum kenyang"

(Al-Alim Al-Faqih Al-Habib Zen bin Smith)

Berpuasa dari sisi sejarahnya telah dimulai sejak zaman nabiyullah Nuh as.. Namun tata cara mereka dalam berpuasa sangat bervariasi. Salah satu diantaranya adalah puasa menurut nabiyullah Daud as., dengan cara berpuasa satu hari dan berbuka di hari berikutnya.

Puasa ala Nabi Daud rating (peringkat) tertinggi pahalanya di sisi Allah setelah puasa Ramadlan, karena memiliki tingkat kesulitan yang luar biasa, untuk kapasitas nafsu manusia yang variatif. Maka puasa ini bisa menggantikan puasa wishol (pati geni Jw.) artinya puasa yang tidak diselingi dengan berbuka, dan dilanjutkan sampai hari berikutnya. Hal ini banyak diikuti oleh agama selain Islam.

Nabi sendiri melakukannya, akan tetapi melarang pada sahabatnya untuk melakukan puasa wishol tersebut, karena dapat merusak fungsi anggota tubuh di masa tuanya. Hal ini menjadi khususiyah nabi Muhammad saw.

Suatu ketika salah satu sahabat bertanya tentang pahala yang bisa menyamai pahala jihad. Rasulullah terdiam sejenak, lalu sahabat bertanya yang kedua kali, sampai ketiga kalinya Rasulullah menjawab:

"Masalul mujahid fi sabilillah kamatsalil shoim, al-qoim, al-qonit bi ayatillah, la yaftarru min sholatin wa siyamin hatta yarji'u mujahid fi sabilillah"

Hadits di atas adalah sebuah gambaran keagungan pahala puasa yang menyamai pahala jihad fi sabilillah. Karena puasa yang dilakukan dengan imanan wah tisaaban (mengharap ridlo Allah) dan dengan membaca ayat-ayat Allah dan menunaikan ibadah sholat sunnah setiap harinya, hal inilah yang menjadi pertimbangan agungnya amal tersebut.

Dalam sepuluh tahun terakhir para ahli kedokteran telah mengumpulkan data-data laboratorium medis kedokteran yang menunjukkan bahwa puasa dapat membantu untuk mengobati sebagian penuaan dini. Karena puasa tersebut menambah kinerja pemecahan hormon (FSH) dan hormon latinah (LH) dan hormon prolaktin. Di sisi lain mendukung kinerja hormon testosteron pria, lebih lanjut membantu dalam pembentukan sperma.

Jika seorang ibu hamil dengan melaksanakan puasa di bulan Ramadlan, bisa diprediksi adanya peningkatan keadaan janin ditinjau dari perubahan janin tersebut di bulan berikutnya. Kenyataan ini tidak bertentangan dengan hadist nabawiy yang berbunyi:

"wa man lam yastathi' fa 'alaihi bisshoumi, fainnahu lahu wija' "

"dan barang siapa yang tidak bisa kawin, maka sebaiknya dia berpuasa, karena puasa tersebut dapat membentenginya"

Hadits tersebut kadang-kadang disalahartikan bahwa puasa dapat melemahkan kekuatan jasmani, padahal nabi memotivasi para pemuda untuk berpuasa, seraya bertujuan agar mereka menyibukan diri dengan ibadah, sehingga terhindar dari terlintasnya gerakan syahwat di dalam pikiran mereka.

Pembahasan ilmiah modern menunjukkan bahwa pengaruh syahwat (birahi) terhadap hormon lebih ringan dari pada pengaruh syahwat terhadap kinerja anggota badan yang lain. Dengan berpuasa, akan memiliki kecenderungan peningkatan pengaturan terhadap kinerja kelenjar di dalam tubuh.

Menetralisis Racun dan memperpanjang umur

Diantaranya seperti lemak yang menyebabkan kegemukan dan menimbulkan berbagai penyakit seperti, meningkatnya tekanan darah. Para peneliti meyakini bahwa puasa dapat meminimalisir pertumbuhan kanker dalam tubuh dan juga dapat membunuh kanker sampai ke akarnya.

Sebagian yang lain meyakini bahwa puasa dapat memperpanjang umur. Artinya dengan puasa mengurangi kinerja anggota tubuh secara berlebihan.

Banyak kalangan menyangka bahwa puasa di bulan ramadlan, dapat membahayakan terhadap wanita hamil dan janinnya dan orang terkena penyakit menahun seperti kencing manis dan penyakit jantung serta komplikasi. Akan tetapi sangkaan tersebut disanggah oleh para ilmuan, dengan pernyataan:

"Puasa di bulan Ramadlan tidak berpengaruh selama masa kehamilan, berat badan janin, kinerja seluruh anggota badan, dam sirkulasi darah dalam tubuh".

Disamping puasa merupakan olah raga jiwa, puasa juga merupakan olah badan yang meringankan rasa capek yang berlebihan pada lambung, yang terjadi pada sebagian orang.

Di era modern, para dokter spesialis menganjurkan untuk berpuasa bagi orang yang terkena penyakit. Pernyataan ini tidak terdapat di dunia kedokteran pada masa lampau, dikarenakan alat-alat medis yang tidak memadai.

Sunnah-sunnah dalam berpuasa

Bersahur

Sesuai dengan hadits : "tasahharuu fainna fissahuur baraakatan", yang artinya bersahurlah karena didalam sahur terdapat barokah. Juga disunnahkan disaat bersahur dan berbuka untuk makan kurma. Kurma memiliki kandungan glukosa yang mempercepat pemulihan kemampuan tubuh setelah seharian tidak makan. Para ahli kedokteran telah meneliti bahwa sunnah tersebut dapat menghilangkan rasa pusing karena lapar.

Sholat tarawih

Selain berfungsi sebagai taqarrub kepada Allah, juga membantu semangat tubuh dan meringankan rasa capek yang biasa dirasakan oleh orang yang berpuasa setelah berbuka.

Mandi setelah sholat maghrib

Hal ini berfaedah sebagai cara untuk menyegarkan tubuh, sehingga dapat menambah semangat untuk melaksanakan sholat tarawih dan witir dimalam harinya.

Rusaknya puasa

Puasa bisa batal dengan tidak terpenuhinya syarat dan rukunnya puasa dengan perincian sebagai berkut:

Masuknya sesuatu ke dalam tubuh secara sengaja bisa membatalkan puasa

ulama berselisih pendapat tentang kaffaroh bagi orang yang sengaja Imam Hanafi dan Maliki berpendapat bahwa wajib kaffaroh bagi orang yang makan dengan sengaja disiang hari Ramadhan , sedangkan menurut Imam Syafi'i dan Hambali berpendapat tidak wajib .

Sesuatu yang masuk ke dalam tubuh itu tidak disyaratkan harus mengenyangkan , maka barang siapa yang makan sesuatu yang biasanya tidak dimakan seperti kerikil maka puasanya batal.

Ingus (expectorate)

Menurut imam Syafi'i membatalkan, apabila tertelan.

Muntah (vomit)

Tidak membatalkan apabila tanpa ada unsur kesengajaan.

Tetesan air

Sifatnya membatalkan jika masuk melalui lubang tubuh seperti telinga, dan lain.

Alat deteksi medis (rectal enema) yang dimasukkan melalui dubur (anus)

dapat membatalkan puasa dengan kesepakatan para ulama fiqh, termasuk obat-obatan.

Alat deteksi penyakit pada vagina (vaginal suppositories)

Hal ini tidak membatalkan puasa karena vagina bukan lubang masuknya makanan dan minuman.

Suntikan

Tidak membatalkan puasa menurut pendapat yang paling benar (qoul Ashoh), baik melalui kulit, daging, atau urat nadi.

Mendonorkan darah (tabarru' biddam)

Atau mengalirkan darah melalui luka, canduk. Semuanya tidak membatalkan puasa menurut jumhur ulama (mayoritas ulama).

Jima' (bersetubuh-coitus)

Mayoritas ulama berpendapat, bahwa bersetubuh secara sengaja di siang hari di bulan Ramadlan membatalkan puasa, dan wajib qodlo dan kafarah (berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu memberi makanan pada 60 orang miskin).

Konklusi atas tuntutan zaman

"Puasa", demikian jawaban atas orang-orang kedokteran telah menyingkap rahasia puasa terhadap pengaruhnya pada tubuh. Masihkah akal-akal kita menolak dunia sains yang telah membuka tabir-tabir kebenaran Islam? Kalau tidak mari kita mulai puasa untuk bertaqarrub dan jaminan-jaminan lain yang akan diberikan Allah di akherat nanti.

Penulis:
Achmad Shirojuddin

Kamis, 30 Juli 2009

Tamiflu Bahaya Bagi Ibu Hamil dan Bayi

Kamis, 15 Desember 2005 17:26
KapanLagi.com - Para dokter di Singapura menyarankan perempuan hamil dan bayi yang berusia di bawah satu tahun tak mengkonsumsi Tamiflu, obat anti-flu unggas.

Sebuah tulisan yang diterbitkan di Channel NewsAsia, Rabu (15/12/05) mengatakan Tamiflu mengencerkan darah dan mungkin memiliki dampak pada bayi seperti sakit perut, keluar darah dari hidung, serta infeksi telinga dan mata.

Para dokter itu, yang percaya bahwa penggunaan tak layak Tamiflu dapat merusak sistem kekebalan manusia, mengatakan perempuan hamil mesti menghindari penggunaan obat tersebut karena obat itu belum diujicoba pada perempuan hamil.

Belum terbukti bahwa Tamiflu mungkin mengakibatkan orang berhalusinasi meskipun dua pemuda Jepang dilaporkan telah melakukan upaya bunuh diri setelah menggunakan obat tersebut, katanya.

Menteri Kesehatan Singapura [n]Khaw Boon Wan bulan lalu mengatakan Singapura terus mengamati keamanan Tamiflu secara seksama dan berkonsultasi dengan Dinas Obat-Obatan dan Makanan AS.

Tersiar laporan di Singapura mengenai orang yang muntah dan menderita mual setelah menggunakan Tamiflu, kata Menteri itu.

Tamiflu, yang ditemukan oleh perusahaan AS --Gilead-- dan lisensi diberikan kepada Roche pada 1996, telah terbukti efektif dalam menghadapi virus flu unggas A dan B dan H5N1, yang mengancam dunia. (rit)

New concerns about oseltamivir (Tamiflu)


The Lancet
Last week, the Japanese Ministry for Health, Labour and Welfare issued a warning to doctors not to prescribe oseltamivir phosphate to adolescents aged 10—19 years. This announcement was in response to two unusual suicides last month. In separate incidents, a 14-year-old boy and a 14-year-old girl jumped to their deaths while on oseltamivir. This takes the number of deaths of people taking the drug to 54 (16 of these in children or adolescents), according to the Japanese Government's figures. These deaths have been closely monitored but so far, the conclusion is that there is no proven causality and the abnormal behaviour was equally likely to have been triggered by influenza or disease-related complications.
So far, several studies have failed to find evidence of serious side-effects caused by oseltamivir. One of these was a surveillance study of 2800 people by Shumpei Yokota from Yokohama City University. However, it emerged last week that he was given 10 million yen (US$85 000) research funding by Chugai Pharmaceuticals, the distributor of oseltamivir in Japan. The Japanese Government is now considering whether the previous conclusion of lack of causality of abnormal neuropsychiatric behaviour is correct and is awaiting results of a bigger study in at least 10 000 people.
The European Medicine Evaluation Agency (EMEA) issued a press release last Friday stating that after the February meeting of its Committee for Medicinal Products for Human Use, an update of the product information was recommended: “Convulsions, depressed level of consciousness, abnormal behaviour, hallucinations, and delirium have been reported during tamiflu administration, leading in rare cases to accidental injury. Patients, especially children and adolescents, should be closely monitored and their healthcare professional should be contacted immediately if the patient shows any signs of unusual behaviour.” EMEA and the US Food and Drug Administration maintains, however, that the benefits outweigh the risks.
Suicides of previously healthy teenagers, especially if possibly linked to a new medication, must be taken extremely seriously. The Japanese Government's precautionary measure is the right decision.

Selasa, 28 Juli 2009

Sikap Memafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah.
Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

Jun 15, 2007

Harun Yahya

Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang

Senin, 27 Juli 2009

Konsep Pengobatan Holistic

Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada, antara lain, dua hal: PENDIDIKAN dan KESEHATAN. Pendidikan menjamin tersedianya SDM yang profesional, beriman dan bertaqwa, bermoral dan berakhlak mulia, namun tanpa didukung KESEHATAN yang baik maka tidak akan tercipta SDM sebagaimana dimaksud tersebut. Pelayanan kesehatan saat ini merupakan kebutuhan utama dalam mempersiapkan masyarakat yang produktif berhasil guna dan berdaya guna sebagai tulang punggung

kemajuan suatu bangsa. Indonesia dengan 220 juta penduduk memerlukan sarana pelayanan kesehatan yang profesional. Pelayanan kesehatan konvensional yang ada belum dapat menjangkau bagian terbesar dari penduduk tersebut, karenanya perlu dipersiapkan pola pelayanan kesehatan yang efektif, aman, mudah, murah. Selain itu perlu dipertimbangkan penggunaan obat-obatan konvensional yang selain berefek samping yang merugikan, juga bahan bakunya masih sangat tergantung pada luar negeri di samping penguasaan pasar masih di tangan perusahaan farmasi asing. Oleh karena itu diperlukan konsep pelayanan kesehatan yang efektif, aman, mudah, ekonomis, dan sesuai dengan ajaran Islam yaitu konsep pelayanan kesehatan holistic dengan memanfaatkan bahan-bahan obat alami.

Kesehatan merupakan harta anda yang paling mahal. Untuk bisa sehat sepenuhnya bergantung pada diri anda sipemilik tubuh, bukan pada dokter dan obat. Maka kita harus dapat berkomunikasi dengan tubuh kita, agar mampu memperlakukan tubuh dengan lebih bijaksana. Ketika tubuh sakit ditandai dengan munculnya ketidakharmonisan dalam tubuh, seperti: rasa sakit, badan lesu, mual dan hilangnya selera makan, demam ataupun keluhan-keluhan lainnya yang umum kita rasakan. Semua gejala-gejala penyakit yang muncul kepermukaan itu bukanlah penyakit. Tapi itu merupakan cara tubuh berbicara / berkomunikasi. Semua gejala penyakit merupakan signal-signal tubuh dalam berkomunikasi dengan kita sipemilik tubuh. Tubuh memberitahukan pada kita bahwa di dalam ada gangguan yang bila dibiarkan akan menjurus kepada kerusakan. Tubuh memberitahukan pada kita bahwa keseimbangan nutrisi sudah lama terganggu, ataupun penumpukan toxic (racun) sudah mencapai puncaknya. Sering kali gejala-gejala penyakit yang muncul kepermukaan merupakan satu teriakan tubuh yang minta pertolongan untuk lebih diperhatikan hak dan kebutuhannya seperti nutrisi mungkin sudah lama tidak kita penuhi dan disatu sisi itu merupakan signal positif dimana tubuh sedang tidak mampu melakukan tugas rutinnya. Maka alangkah bijaknya apabila kita menyambut keluhan tubuh dengan baik, bukan menyumbatnya dengan berbagai obat-obatan. Holistic Medicine adalah salah satu disiplin ilmu yang mandiri dan merupakan gabungan dari berbagai macam pengobatan (termasuk didalamnya system pengobatan barat/konvensional dan system pengobatan timur/eastern medicine) yang bisa dipertanggungjawabkan secara medis dan science karena mengobati tubuh secara menyeluruh dengan mengembalikan keseimbangan kerja organ tubuh secara optimal yang melibatkan keseimbangan kerja fisik, psikik, mental, dan emosional dengan mengutamakan makanan/diet sebagai obat utama.

Konsep kesehatan holistic usaha mencakup keseluruhan usaha preventif serta promotif yang sudah banyak ditinggalkan oleh pelayanan kesehatan di Indonesia pada umumnya, selain tentunya yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.Konsep Kesehatan Holistic lebih menekankan pada usaha melenyapkan penyebab penyakit bukan gejalanya, dan mengembalikan berjalan normalnya fungsi tubuh yang memiliki mekanisme pertahaan tubuh yang sempurna serta self-repairing system (sistem yang memungkinkan tubuh memperbaiki dirinya sendiri). Pola makan yang sehat (diet) adalah dasar pengobatan holistic. Secara filosofi dapat dikatakan bahwa Konsep Kesehatan Holistic mengacu pada garis-garis yang telah ditetapkan Allah SWT (sunatullah), karena pelanggaran terhadap sunatullah akan mengakibatkan penyakit atau bencana-bencana lainnya.

Diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda bahwasanya penyakit berasal dari perut. Selain itu diriwayatkan pula bahwa Rasullullah dalam menjaga kesehatan mengacu kepada beberapa hall seperti: - Makan pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. - Tidur di awal malam dan bangun sebelum masuk waktu sholat Subuh serta tidak tidur lagi, begitupula tidak tidur setelah sholat Ashar. - Selalu hidup optimis. Dan kalau kita cermati, sesungguhnya berfungsinya semua sistem/fungsi tubuh ditentukan oleh asupan nutrisi yang seimbang dan ini diperoleh dengan mengatur pola makan yang baik. Pola makan yang tidak sehat, akan menyebabkan gangguan pada sistem/fungsi tubuh yang berakibat tubuh akan sakit. Begitu pula sistem/fungsi yang terganggu menyebabkan sistem pertahanan tubuh tidak berdaya membendung serangan penyakit dari luar dan akibatnyapun tubuh akan sakit. Namun kesehatan tidak hanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fisik, dalam hal ini WHO menetapkan bahwa sehat itu adalah mencakup fisik, jiwa, soial, ekonomi. Inilah yang disebut sehat sejahtera lahir bathin!

Konsep kedokteran konvensional yang selama ini kita kenal, semakin lama semakin jauh dari usaha mencapai standard sehat yang menyeluruh ini. Pabrik-pabrik farmasi berlomba memproduksi obat-obatan sintesa kimia yang lebih ditujukan kepada menghilangkan gejala penyakit dan bukan pada penyebabnya. Ini disebabkan permintaan pasar (konsumen) yang menghendaki obat-obat yang instan. Konsep kesehatan telah ditaklukkan oleh permintaan pasar yang keliru! Kesehatan adalah asset hidup yang harus dijaga dan dipertahankan. Hampir setiap orang akan berusaha semampunya untuk menjaga kesehatan tubuhnya tetap prima, karena tubuh adalah titipan Allah SWT dan menjadi kewajiban bagi kita menjaganya. Berbagai sarana yang disediakan untuk kepentingan pemenuhan pemeliharaan kesehatan mulai dari menjaga kebugaran hingga penyembuhan seperti rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Secara perorangan pun dapat diamati hampir disetiap wilayah sudah terdapat praktek dokter umum maupun spesialis.

Kesehatan ditunjang oleh tiga hal utama: 1. Pola makan yang teratur 2. Gaya hidup yang sehat 3. Olah raga yang cukup Sejarah Pengobatan-pengobatan tradisional di beberapa negara sejak ribuan tahun silam sebetulnya sudah menggunakan prinsip-prinsip pengobatan holistic dalam prakteknya.Di negara India dan Cina, sejak dahulu selalu menekankan bahwa keselarasan, keserasian, dan keseimbangan di dalam hidup adalah suatu jalan menuju kepada kondisi kesehatan. Socrates selalu mengingatkan agar kita tidak memandang tubuh hanya bagian perbagian. Karena satu bagian tubuh akan sungguh dalam kondisi yang betul-betul baik apabila bagian tubuh yang lain juga baik. Jan Christian Corengan pada tahun 1926 kembali mengenalkan istilah holistic dalam dunia medis, tetapi kemudian holistic hanya sekedar menjadi sebuah kata tanpa aplikasi yang berarti.

Konsep holistic semakin mundur sepanjang abad 20 ketika konvensional barat mengalami kemajuan yang sangat berarti dalam dunia medis. Para dokter dan praktisi kesehatan semakin fokus untuk melihat tubuh sebagai bagian-bagian kecil, dan ditunjang dengan perkembangan obat-obat kimia yang sangat menakjubkan. Berbagai macam kuman-kuman ditemukan sebagai penyebab timbulnya penyakit sehingga obat-obat kimia dicetak sebagai penyerbu dan pembunuh kuman-kuman tersebut. Masyarakatpun semakin jauh meninggalkan konsep holistic karena hampir semua keluhan sakit dapat dihilangkan secara instant oleh obat-obatan kimia. Dampak yang terjadi adalah tubuh dibuat sangat manja oleh obat, dan tubuh relative jarang diberikan kesempatan untuk bekerja menyembuhkan sendiri. Konsep Holistic kembali muncul ke permukaan ketika para dokter mengalami kebuntuan dalam mengelola pasien-pasien dengan penyakit kronis, penyakit-penyakit yang divonis hanya bertahan beberapa lama, penyakit-penyakit kanker stadium terminal, dan efek samping dari obat-obatan kimia yang semakin lama semakin membuat pusing. Obat kimia yang sangat ampuh untuk menghilangkan gejala-gejala penyakit ternyata mempunyai kehebatan yang hampir sama dalam menimbulkan kerusakan dalam tubuh. Saat itulah dokter dan praktisi kesehatan di seluruh dunia mulai kembali memikirkan suatu konsep pengobatan secara alami dan menyeluruh dengan harapan tercapai kesembuhan yang sesungguhnya, bukan sekedar meredam gejala penyakit dan tidak merasa sakit tetapi didalam tubuh penyakit berakumulasi sehingga menimbulkan penyakit yang lebih mengerikan lagi.

Dewasa ini banyak organisasi-organisasi profesi dokter yang menyatakan diri beraliran holistic baik di dalam maupun di luar negri. Pendidikan holistikpun berkembang pesat terutama di luar negri. Pabrik-pabrik farmasi banyak yang mulai memproduksi produk-produk fitofarmaka. Ini semua menunjukkan bahwa kecenderungan untuk berfikir secara holistic mulai berkembang. Kelebihan: pada kasus-kasus penyakit akut, bedah relatif lebih cepat teratasi. Prinsip dasar pengobatan secara Holistik Pengobatan Holistik adalah pengobatan yang didasarkan kepada hukum alam yang utuh yang terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung satu sama lain. Di alam terdiri dari air, udara, tanaman, binatang panas, dingin dan lain-lain yang semuanya saling berkaitan satu sama lain. Gangguan pada satu bagian akan berpengaruh terhadap bagian yang lain sehingga terjadi suatu ketidak seimbangan. Hal yang sama terjadi pada tubuh manusia yang terdiri dari bagian-bagian fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketika satu bagian terganggu atau tidak bekerja dengan baik, akan mempengaruhi bagian yang lain. Hal inipun terjadi juga antara alam dengan tubuh manusia. Di dalam pengobatan Holistik, individu akan dilatih supaya berkomunikasi dengan tubuh. Suatu ketidak harmonisan yang terjadi di dalam tubuh pasti akan disampaikan keluar oleh tubuh dalam bentuk gejala dan tanda. Jadi gejala dan tanda secara holistic tidak harus diredam, tetapi dipakai untuk pedoman mengetahui penyakit/ketidakseimbangan yang terjadi, dan gejala tadi akan hilang dengan sendirinya jika penyebab utamanya sudah teratasi. Keuntungan Penerapan Prinsip Holistik Pendekatan Holistik memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari hanya sekedar mencegah terhadap timbulnya penyakit. Pendekatan holistic akan menunjang vitalitas seseorang, psikologis seseorang agar dapat hidup dengan kwalitas yang optimal.

Source: holisticindonesia.com