Menu

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 30 Juli 2009

Tamiflu Bahaya Bagi Ibu Hamil dan Bayi

Kamis, 15 Desember 2005 17:26
KapanLagi.com - Para dokter di Singapura menyarankan perempuan hamil dan bayi yang berusia di bawah satu tahun tak mengkonsumsi Tamiflu, obat anti-flu unggas.

Sebuah tulisan yang diterbitkan di Channel NewsAsia, Rabu (15/12/05) mengatakan Tamiflu mengencerkan darah dan mungkin memiliki dampak pada bayi seperti sakit perut, keluar darah dari hidung, serta infeksi telinga dan mata.

Para dokter itu, yang percaya bahwa penggunaan tak layak Tamiflu dapat merusak sistem kekebalan manusia, mengatakan perempuan hamil mesti menghindari penggunaan obat tersebut karena obat itu belum diujicoba pada perempuan hamil.

Belum terbukti bahwa Tamiflu mungkin mengakibatkan orang berhalusinasi meskipun dua pemuda Jepang dilaporkan telah melakukan upaya bunuh diri setelah menggunakan obat tersebut, katanya.

Menteri Kesehatan Singapura [n]Khaw Boon Wan bulan lalu mengatakan Singapura terus mengamati keamanan Tamiflu secara seksama dan berkonsultasi dengan Dinas Obat-Obatan dan Makanan AS.

Tersiar laporan di Singapura mengenai orang yang muntah dan menderita mual setelah menggunakan Tamiflu, kata Menteri itu.

Tamiflu, yang ditemukan oleh perusahaan AS --Gilead-- dan lisensi diberikan kepada Roche pada 1996, telah terbukti efektif dalam menghadapi virus flu unggas A dan B dan H5N1, yang mengancam dunia. (rit)

New concerns about oseltamivir (Tamiflu)


The Lancet
Last week, the Japanese Ministry for Health, Labour and Welfare issued a warning to doctors not to prescribe oseltamivir phosphate to adolescents aged 10—19 years. This announcement was in response to two unusual suicides last month. In separate incidents, a 14-year-old boy and a 14-year-old girl jumped to their deaths while on oseltamivir. This takes the number of deaths of people taking the drug to 54 (16 of these in children or adolescents), according to the Japanese Government's figures. These deaths have been closely monitored but so far, the conclusion is that there is no proven causality and the abnormal behaviour was equally likely to have been triggered by influenza or disease-related complications.
So far, several studies have failed to find evidence of serious side-effects caused by oseltamivir. One of these was a surveillance study of 2800 people by Shumpei Yokota from Yokohama City University. However, it emerged last week that he was given 10 million yen (US$85 000) research funding by Chugai Pharmaceuticals, the distributor of oseltamivir in Japan. The Japanese Government is now considering whether the previous conclusion of lack of causality of abnormal neuropsychiatric behaviour is correct and is awaiting results of a bigger study in at least 10 000 people.
The European Medicine Evaluation Agency (EMEA) issued a press release last Friday stating that after the February meeting of its Committee for Medicinal Products for Human Use, an update of the product information was recommended: “Convulsions, depressed level of consciousness, abnormal behaviour, hallucinations, and delirium have been reported during tamiflu administration, leading in rare cases to accidental injury. Patients, especially children and adolescents, should be closely monitored and their healthcare professional should be contacted immediately if the patient shows any signs of unusual behaviour.” EMEA and the US Food and Drug Administration maintains, however, that the benefits outweigh the risks.
Suicides of previously healthy teenagers, especially if possibly linked to a new medication, must be taken extremely seriously. The Japanese Government's precautionary measure is the right decision.

Selasa, 28 Juli 2009

Sikap Memafkan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Salah satu sifat mulia yang dianjurkan dalam Al Qur’an adalah sikap memaafkan:
Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh. (QS. Al Qur’an, 7:199)
Dalam ayat lain Allah berfirman: "...dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An Nuur, 24:22)
Mereka yang tidak mengikuti ajaran mulia Al Qur'an akan merasa sulit memaafkan orang lain. Sebab, mereka mudah marah terhadap kesalahan apa pun yang diperbuat. Padahal, Allah telah menganjurkan orang beriman bahwa memaafkan adalah lebih baik:
... dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. At Taghaabun, 64:14)
Juga dinyatakan dalam Al Qur'an bahwa pemaaf adalah sifat mulia yang terpuji. "Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia." (Qur'an 42:43) Berlandaskan hal tersebut, kaum beriman adalah orang-orang yang bersifat memaafkan, pengasih dan berlapang dada, sebagaimana dinyatakan dalam Al Qur'an, "...menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain." (QS. Ali ‘Imraan, 3:134)

Pemahaman orang-orang beriman tentang sikap memaafkan sangatlah berbeda dari mereka yang tidak menjalani hidup sesuai ajaran Al Qur'an. Meskipun banyak orang mungkin berkata mereka telah memaafkan seseorang yang menyakiti mereka, namun perlu waktu lama untuk membebaskan diri dari rasa benci dan marah dalam hati mereka. Sikap mereka cenderung menampakkan rasa marah itu. Di lain pihak, sikap memaafkan orang-orang beriman adalah tulus. Karena mereka tahu bahwa manusia diuji di dunia ini, dan belajar dari kesalahan mereka, mereka berlapang dada dan bersifat pengasih. Lebih dari itu, orang-orang beriman juga mampu memaafkan walau sebenarnya mereka benar dan orang lain salah.
Ketika memaafkan, mereka tidak membedakan antara kesalahan besar dan kecil. Seseorang dapat saja sangat menyakiti mereka tanpa sengaja. Akan tetapi, orang-orang beriman tahu bahwa segala sesuatu terjadi menurut kehendak Allah, dan berjalan sesuai takdir tertentu, dan karena itu, mereka berserah diri dengan peristiwa ini, tidak pernah terbelenggu oleh amarah.
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.

Dalam bukunya, Forgive for Good [Maafkanlah demi Kebaikan], Dr. Frederic Luskin menjelaskan sifat pemaaf sebagai resep yang telah terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaan, lemah semangat dan stres. Menurut Dr. Luskin, kemarahan yang dipelihara menyebabkan dampak ragawi yang dapat teramati pada diri seseorang. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa:
Permasalahan tentang kemarahan jangka panjang atau yang tak berkesudahan adalah kita telah melihatnya menyetel ulang sistem pengatur suhu di dalam tubuh. Ketika Anda terbiasa dengan kemarahan tingkat rendah sepanjang waktu, Anda tidak menyadari seperti apa normal itu. Hal tersebut menyebabkan semacam aliran adrenalin yang membuat orang terbiasa. Hal itu membakar tubuh dan menjadikannya sulit berpikir jernih – memperburuk keadaan.
Sebuah tulisan berjudul "Forgiveness" [Memaafkan], yang diterbitkan Healing Current Magazine [Majalah Penyembuhan Masa Kini] edisi bulan September-Oktober 1996, menyebutkan bahwa kemarahan terhadap seseorang atau suatu peristiwa menimbulkan emosi negatif dalam diri orang, dan merusak keseimbangan emosional bahkan kesehatan jasmani mereka. Artikel tersebut juga menyebutkan bahwa orang menyadari setelah beberapa saat bahwa kemarahan itu mengganggu mereka, dan kemudian berkeinginan memperbaiki kerusakan hubungan. Jadi, mereka mengambil langkah-langkah untuk memaafkan. Disebutkan pula bahwa, meskipun mereka tahan dengan segala hal itu, orang tidak ingin menghabiskan waktu-waktu berharga dari hidup mereka dalam kemarahan dan kegelisahan, dan lebih suka memaafkan diri mereka sendiri dan orang lain.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan –sebagaimana segala sesuatu lainnya – haruslah untuk mendapatkan ridha Allah. Kenyataan bahwa sifat-sifat akhlak seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Al Qur’an, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya.

Jun 15, 2007

Harun Yahya

Para peneliti percaya bahwa pelepasan hormon stres, kebutuhan oksigen yang meningkat oleh sel-sel otot jantung, dan kekentalan yang bertambah dari keeping-keping darah, yang memicu pembekuan darah menjelaskan bagaimana kemarahan meningkatkan peluang terjadinya serangan jantung. Ketika marah, detak jantung meningkat melebihi batas wajar, dan menyebabkan naiknya tekanan darah pada pembuluh nadi, dan oleh karenanya memperbesar kemungkinan terkena serangan jantung.

Memaafkan, adalah salah satu perilaku yang membuat orang tetap sehat, dan sebuah sikap mulia yang seharusnya diamalkan setiap orang

Senin, 27 Juli 2009

Konsep Pengobatan Holistic

Kemajuan suatu bangsa sangat tergantung pada, antara lain, dua hal: PENDIDIKAN dan KESEHATAN. Pendidikan menjamin tersedianya SDM yang profesional, beriman dan bertaqwa, bermoral dan berakhlak mulia, namun tanpa didukung KESEHATAN yang baik maka tidak akan tercipta SDM sebagaimana dimaksud tersebut. Pelayanan kesehatan saat ini merupakan kebutuhan utama dalam mempersiapkan masyarakat yang produktif berhasil guna dan berdaya guna sebagai tulang punggung

kemajuan suatu bangsa. Indonesia dengan 220 juta penduduk memerlukan sarana pelayanan kesehatan yang profesional. Pelayanan kesehatan konvensional yang ada belum dapat menjangkau bagian terbesar dari penduduk tersebut, karenanya perlu dipersiapkan pola pelayanan kesehatan yang efektif, aman, mudah, murah. Selain itu perlu dipertimbangkan penggunaan obat-obatan konvensional yang selain berefek samping yang merugikan, juga bahan bakunya masih sangat tergantung pada luar negeri di samping penguasaan pasar masih di tangan perusahaan farmasi asing. Oleh karena itu diperlukan konsep pelayanan kesehatan yang efektif, aman, mudah, ekonomis, dan sesuai dengan ajaran Islam yaitu konsep pelayanan kesehatan holistic dengan memanfaatkan bahan-bahan obat alami.

Kesehatan merupakan harta anda yang paling mahal. Untuk bisa sehat sepenuhnya bergantung pada diri anda sipemilik tubuh, bukan pada dokter dan obat. Maka kita harus dapat berkomunikasi dengan tubuh kita, agar mampu memperlakukan tubuh dengan lebih bijaksana. Ketika tubuh sakit ditandai dengan munculnya ketidakharmonisan dalam tubuh, seperti: rasa sakit, badan lesu, mual dan hilangnya selera makan, demam ataupun keluhan-keluhan lainnya yang umum kita rasakan. Semua gejala-gejala penyakit yang muncul kepermukaan itu bukanlah penyakit. Tapi itu merupakan cara tubuh berbicara / berkomunikasi. Semua gejala penyakit merupakan signal-signal tubuh dalam berkomunikasi dengan kita sipemilik tubuh. Tubuh memberitahukan pada kita bahwa di dalam ada gangguan yang bila dibiarkan akan menjurus kepada kerusakan. Tubuh memberitahukan pada kita bahwa keseimbangan nutrisi sudah lama terganggu, ataupun penumpukan toxic (racun) sudah mencapai puncaknya. Sering kali gejala-gejala penyakit yang muncul kepermukaan merupakan satu teriakan tubuh yang minta pertolongan untuk lebih diperhatikan hak dan kebutuhannya seperti nutrisi mungkin sudah lama tidak kita penuhi dan disatu sisi itu merupakan signal positif dimana tubuh sedang tidak mampu melakukan tugas rutinnya. Maka alangkah bijaknya apabila kita menyambut keluhan tubuh dengan baik, bukan menyumbatnya dengan berbagai obat-obatan. Holistic Medicine adalah salah satu disiplin ilmu yang mandiri dan merupakan gabungan dari berbagai macam pengobatan (termasuk didalamnya system pengobatan barat/konvensional dan system pengobatan timur/eastern medicine) yang bisa dipertanggungjawabkan secara medis dan science karena mengobati tubuh secara menyeluruh dengan mengembalikan keseimbangan kerja organ tubuh secara optimal yang melibatkan keseimbangan kerja fisik, psikik, mental, dan emosional dengan mengutamakan makanan/diet sebagai obat utama.

Konsep kesehatan holistic usaha mencakup keseluruhan usaha preventif serta promotif yang sudah banyak ditinggalkan oleh pelayanan kesehatan di Indonesia pada umumnya, selain tentunya yang bersifat kuratif dan rehabilitatif.Konsep Kesehatan Holistic lebih menekankan pada usaha melenyapkan penyebab penyakit bukan gejalanya, dan mengembalikan berjalan normalnya fungsi tubuh yang memiliki mekanisme pertahaan tubuh yang sempurna serta self-repairing system (sistem yang memungkinkan tubuh memperbaiki dirinya sendiri). Pola makan yang sehat (diet) adalah dasar pengobatan holistic. Secara filosofi dapat dikatakan bahwa Konsep Kesehatan Holistic mengacu pada garis-garis yang telah ditetapkan Allah SWT (sunatullah), karena pelanggaran terhadap sunatullah akan mengakibatkan penyakit atau bencana-bencana lainnya.

Diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda bahwasanya penyakit berasal dari perut. Selain itu diriwayatkan pula bahwa Rasullullah dalam menjaga kesehatan mengacu kepada beberapa hall seperti: - Makan pada saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. - Tidur di awal malam dan bangun sebelum masuk waktu sholat Subuh serta tidak tidur lagi, begitupula tidak tidur setelah sholat Ashar. - Selalu hidup optimis. Dan kalau kita cermati, sesungguhnya berfungsinya semua sistem/fungsi tubuh ditentukan oleh asupan nutrisi yang seimbang dan ini diperoleh dengan mengatur pola makan yang baik. Pola makan yang tidak sehat, akan menyebabkan gangguan pada sistem/fungsi tubuh yang berakibat tubuh akan sakit. Begitu pula sistem/fungsi yang terganggu menyebabkan sistem pertahanan tubuh tidak berdaya membendung serangan penyakit dari luar dan akibatnyapun tubuh akan sakit. Namun kesehatan tidak hanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan fisik, dalam hal ini WHO menetapkan bahwa sehat itu adalah mencakup fisik, jiwa, soial, ekonomi. Inilah yang disebut sehat sejahtera lahir bathin!

Konsep kedokteran konvensional yang selama ini kita kenal, semakin lama semakin jauh dari usaha mencapai standard sehat yang menyeluruh ini. Pabrik-pabrik farmasi berlomba memproduksi obat-obatan sintesa kimia yang lebih ditujukan kepada menghilangkan gejala penyakit dan bukan pada penyebabnya. Ini disebabkan permintaan pasar (konsumen) yang menghendaki obat-obat yang instan. Konsep kesehatan telah ditaklukkan oleh permintaan pasar yang keliru! Kesehatan adalah asset hidup yang harus dijaga dan dipertahankan. Hampir setiap orang akan berusaha semampunya untuk menjaga kesehatan tubuhnya tetap prima, karena tubuh adalah titipan Allah SWT dan menjadi kewajiban bagi kita menjaganya. Berbagai sarana yang disediakan untuk kepentingan pemenuhan pemeliharaan kesehatan mulai dari menjaga kebugaran hingga penyembuhan seperti rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Secara perorangan pun dapat diamati hampir disetiap wilayah sudah terdapat praktek dokter umum maupun spesialis.

Kesehatan ditunjang oleh tiga hal utama: 1. Pola makan yang teratur 2. Gaya hidup yang sehat 3. Olah raga yang cukup Sejarah Pengobatan-pengobatan tradisional di beberapa negara sejak ribuan tahun silam sebetulnya sudah menggunakan prinsip-prinsip pengobatan holistic dalam prakteknya.Di negara India dan Cina, sejak dahulu selalu menekankan bahwa keselarasan, keserasian, dan keseimbangan di dalam hidup adalah suatu jalan menuju kepada kondisi kesehatan. Socrates selalu mengingatkan agar kita tidak memandang tubuh hanya bagian perbagian. Karena satu bagian tubuh akan sungguh dalam kondisi yang betul-betul baik apabila bagian tubuh yang lain juga baik. Jan Christian Corengan pada tahun 1926 kembali mengenalkan istilah holistic dalam dunia medis, tetapi kemudian holistic hanya sekedar menjadi sebuah kata tanpa aplikasi yang berarti.

Konsep holistic semakin mundur sepanjang abad 20 ketika konvensional barat mengalami kemajuan yang sangat berarti dalam dunia medis. Para dokter dan praktisi kesehatan semakin fokus untuk melihat tubuh sebagai bagian-bagian kecil, dan ditunjang dengan perkembangan obat-obat kimia yang sangat menakjubkan. Berbagai macam kuman-kuman ditemukan sebagai penyebab timbulnya penyakit sehingga obat-obat kimia dicetak sebagai penyerbu dan pembunuh kuman-kuman tersebut. Masyarakatpun semakin jauh meninggalkan konsep holistic karena hampir semua keluhan sakit dapat dihilangkan secara instant oleh obat-obatan kimia. Dampak yang terjadi adalah tubuh dibuat sangat manja oleh obat, dan tubuh relative jarang diberikan kesempatan untuk bekerja menyembuhkan sendiri. Konsep Holistic kembali muncul ke permukaan ketika para dokter mengalami kebuntuan dalam mengelola pasien-pasien dengan penyakit kronis, penyakit-penyakit yang divonis hanya bertahan beberapa lama, penyakit-penyakit kanker stadium terminal, dan efek samping dari obat-obatan kimia yang semakin lama semakin membuat pusing. Obat kimia yang sangat ampuh untuk menghilangkan gejala-gejala penyakit ternyata mempunyai kehebatan yang hampir sama dalam menimbulkan kerusakan dalam tubuh. Saat itulah dokter dan praktisi kesehatan di seluruh dunia mulai kembali memikirkan suatu konsep pengobatan secara alami dan menyeluruh dengan harapan tercapai kesembuhan yang sesungguhnya, bukan sekedar meredam gejala penyakit dan tidak merasa sakit tetapi didalam tubuh penyakit berakumulasi sehingga menimbulkan penyakit yang lebih mengerikan lagi.

Dewasa ini banyak organisasi-organisasi profesi dokter yang menyatakan diri beraliran holistic baik di dalam maupun di luar negri. Pendidikan holistikpun berkembang pesat terutama di luar negri. Pabrik-pabrik farmasi banyak yang mulai memproduksi produk-produk fitofarmaka. Ini semua menunjukkan bahwa kecenderungan untuk berfikir secara holistic mulai berkembang. Kelebihan: pada kasus-kasus penyakit akut, bedah relatif lebih cepat teratasi. Prinsip dasar pengobatan secara Holistik Pengobatan Holistik adalah pengobatan yang didasarkan kepada hukum alam yang utuh yang terdiri dari bagian-bagian yang saling tergantung satu sama lain. Di alam terdiri dari air, udara, tanaman, binatang panas, dingin dan lain-lain yang semuanya saling berkaitan satu sama lain. Gangguan pada satu bagian akan berpengaruh terhadap bagian yang lain sehingga terjadi suatu ketidak seimbangan. Hal yang sama terjadi pada tubuh manusia yang terdiri dari bagian-bagian fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketika satu bagian terganggu atau tidak bekerja dengan baik, akan mempengaruhi bagian yang lain. Hal inipun terjadi juga antara alam dengan tubuh manusia. Di dalam pengobatan Holistik, individu akan dilatih supaya berkomunikasi dengan tubuh. Suatu ketidak harmonisan yang terjadi di dalam tubuh pasti akan disampaikan keluar oleh tubuh dalam bentuk gejala dan tanda. Jadi gejala dan tanda secara holistic tidak harus diredam, tetapi dipakai untuk pedoman mengetahui penyakit/ketidakseimbangan yang terjadi, dan gejala tadi akan hilang dengan sendirinya jika penyebab utamanya sudah teratasi. Keuntungan Penerapan Prinsip Holistik Pendekatan Holistik memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari hanya sekedar mencegah terhadap timbulnya penyakit. Pendekatan holistic akan menunjang vitalitas seseorang, psikologis seseorang agar dapat hidup dengan kwalitas yang optimal.

Source: holisticindonesia.com