Minggu, 11 April 2010

Diabetes itu?

Begitu seseorang divonis menderita diabetes, itu berarti sudah saatnya ada titik balik perubahan gaya hidupnya. Pengendalian faktor resiko merupakan kunci utama. Tanpa perbaikan pola hidup diimbangi dengan pengobatan, berbagai komplikasi penyakit lain akan mengancam.
Diabetes (kencing manis) adalah penyakit di mana tubuh penderitanya tidak bisa mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya. Jadi penderita mengalami gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh sehingga tubuh tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif. Akibatnya, terjadi kelebihan gula di dalam darah tersebut melimpah ke sistem urine.
Gangguan insulin berakibat pada berlebihannya kadar lemak di pembuluh darah dab berisiko tinggi menimbulkan kecacatan karena bagian tubuh yang luka mudah terinfeksi. Diabetes juga bisa menimbulkan pengerasan pembulu darah arteri serta memunculkan komplikasi penyakit lain seperti jantung koroner, stroke dan gagal ginjal.
Selama ini dikenal ada dua jenis diabetes dengan perbedaan menyolok, yakni diabetes tipe I yang tergantung sepenuhnya pada insulin dan diabetes tipe II yang masih bisa dibantu dengan obat-obatan lain. Tipe II mencakup 99 persen dari kasus diabetes dan umumnya penderita kelebihan berat badan (obesitas)
Penderita diabetes tipe I mengalami gejala antara lain sering lapar, buang air kecil, terus lapar dan haus, berat badan turun, kelelahan, penglihatan kabur, infeksi pada kulit yang berulang, menibngkatnya kadar gula dalam darah dan air seni. Diabetes jenis ini cenderung terjadi pada mereka yang berusia di bawah 20 tahun. Gejala ini mirip dengan tahap awal diabetes tipe II yang biasanya terjadi pada usia di atas 40 tahun, tetapi kini prevalensinya makin tinggi pada golongan anak-anak dan remaja.
Maka kita perlu mewaspadai gejala lain yang khas dijumpai pada penderita diabetes, yakni air seni penderita akan dikerumuti semut jika glukosa darah sudah tumbuh ke saluran urine. Gejala lain yang timbul pada penderita antara lain penglihatan kabur hingga mengakibatkan kebutaan, luka yang lama sembuh, kaki terasa kebas, geli atau merasa terbakar, infeksi jamur pada saluran reproduksi perempuan dan impoten pada pria.
Penyebab gaya hidup; pola makan, kurang gerak,stres, kelainan genetika
Pencegahan; Pola makan yang seimbang, hindari makan yang banyak mengandung protein, gula, garam; gerak badan yang cukup; periksakan kadar gula secara rutin.
agusantoso.wordpress.com

Selasa, 06 April 2010

Asam Urat


Asam urat adalah asam hasil metabolisme protein berupa asam-asam inti yang terdapat dalam inti sel. Setelah mengalami berbagai miam proses biokimia akan menjadi oksida purin. Purin sendiri merupakan salah satu turunan asam ammo. Oksidasi purin ini di metabolisme lagi oleh suatu enzim dan menghaSilkan produk akhir yaitu asam urat. Jadi asam Urat adalah hasil akhir dari metabolisme tubuh dari bahan purin. Asam urat menjadi masalah bila ekresi atau proses pembuangan tidak terjadi dengan baik. Hal ini terjadi karena ginjal mengalami gangguan fungsi. Ginjal tidak rusak tapi kemampuannya membuang asam urat kurang. Hal ini biasanya karena faktor keturunan, tetapi lebih besar perananannya adalah kebiasaan gaya hidup yang diturunkan oleh orang tuanya. Oleh sebab itu bila ada gangguan fungsi ginjal, kadar asam urat dalam darah akan meningkat atau disebuit sebagai hiperurisemia. Selain dibuang lewat ginjal (70%) dalam bentuk urin, asam urat yang berasal dari makanan dan metabolisme tubuh ini dikeluarkan juga melalui usus yaitu 30%.
Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata 5-7 mg% (6,5 mg% batas tinggi pria dan 5,5 mg% pada wanita). Sekitar 50% asam urat dalam tubuh berasal dari asupan makanan. peningkatan kadar asam urat dalam darah ini bisa juga terjadi karena asupan makanan yang mengandung purin yang berlebihan. Bahan makanan yang mengandung purin yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah antara lain daging, hati, ikan, sayuran, seperti kangkung, kacang-kacangan serta minuman seperi kopi dan alcohol.

Berikut beberapa jenis makanan yang menganduing kadar purin tinggi :
- ikan teri asin/tawar
- ikan sarden atau makanan yang diawetkan
- ginjal dan otak sapi
- daging, jeroan (usus,ampela,ati dll)
- tiram/jenis kerang-kerangan
- daging dengan kadar lemak tinggi seperti puyuh
- produk olahan susu seperti mayonnaise

Asam urat sangat mudah mengkristal/menumpuk bila purin tidak di metabolisme secara sempurna. Kristalisasi asar urat sering terjadi pada persendian itulah yang menyebabkan munculnya penyakit rematik gout/pirai atau encok.Timbunan atau kristal ini akan menimbulkan reaksi radang bila tercetus oleh trauma seperti benturan, stress dan suhu dingin. Kadar asam urat darah yang dianggap normal rata-rata antara 5-7 mg%(605 mg%batas tinggi pria dan 5.5 mg% pada wanita). Pengkristalan biasanya terjadi jika kadar asam urat darah sudah mencaopai 9-10 mg%. Pada sebagian penderita kadar asam urat yang berlebihan dapat tertimbun dalam jaringan ginjal dan mombentuk batu ginjal kadang-kadang juga di temukan batu dalam kandung kemih.Hal ini akan mengganggu fungsi ginjal dan kadang kadang timbul nyeri hebat pada daerah pinggang.

Arthritis gout ini di sebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat darah yang telah berlangsung bertahun-tahun. Jika kadar asam urat terus menerus tingg, bisa mengakibatkan reumatik gout kronis dimana serangan akan terus menerus terjadi dan tidak ada lagi masa bebas serangan. Reumatik gout akut juga bisa terjadi karena fluktuasi atau naik turunnya kadar asam urat darah secara tiba-tiba. Dan ini pulalah yang bisa menyebabkan lambatnya proses penyembuhan.
Scara garis besar dapat dikatakan bahwa ada dua kondisi dimana artritis gout muncul :

- Kondisi organ normal namun produksi asam urat berlebih
- Produksi asam urat normal namun ada gangguan organ dalam seperti ginjal

Gejala dan tanda-tanda radang sendi karena asam urat (Artitis Gout)
Pada umumnya lokasi munculnya serangan rasa nyeri, bengkak, merah, panas bila di raba dan terganggunya fungsi sendi hanya pada satu tempat yakni pada pangkal ibu jari kaki (70-80 persen). Meskipun demikian serangan ini bisa juga terjadi pada persendian lain seperti pergelangan kaki, punggung kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, tangan atau jari tangan.

Selain pada sendi serangan bisa juga terjadi pada jaringan dalam yakni ginjal yang kemudian menyebabkan munculnya penyakit kencing batu. Pada tahap yang lebih parah (timbunan kristal urat atau thopi semakin banyak) selain menyebabkan hancurnya struktur sendi juga bisa merusak struktur jaringan bawah kulit. Thopi tampak seperti benjolan kecil berwarna pucat yang muncul pada daun telinga, bagian punggung lengan, bagian samping mangkok sendi lutut dan pada tendon Archilles. Bila kadar asam urat darah tidak terkontrol, thopi bisa makin membesar dan menyebabkan kerusakan sendi dan koreng. Koreng yang muncul bisa mengeluarkan cairan kental seperti kapur yang mengandung kristal monosidium urat monohidrat (MSU). Umumnya thopi muncul pada tahap kronik yakni bila penderita telah menderita rematik gout lebih dari sepuluh tahun dan tidak mendapat pengobatan yang baik sehingga kadar asam urat darahnya sering dalam kondisi tinggi.

Tahapan Artitis Gout/Rematik/Encok
1. Tahap Asimtomatik
Kadar asam urat darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala. Selanjutnya encok menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit punggung sakit berat.
2. Tahap Akut
Serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak. Umumnya serangan pertama kali terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan itu berupa rasa nyeri yang hebat pada pangkal ibu jari kaki. Rasa nyeri ini timbul secara mendadak dan didahului oleh keluhan lain. Rasa nyeri ini begitu hebat sehingga bila bagian yang sakit bila tersentuh bahkan selimut yang lebmbut pun akan terasa sakit. Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.
3. Tahap Interkritikal
Penderita dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas seperti olahraga tanopa rasa sakit sama sekali. Kalau rasa nyeri pada serangan pertama itu hilang bukan bererti penyakit itu sembuh total, biasanya beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua.
4. Tahap Kronik
Terjadi bila penyakit diabaiakan sehingga menjadi akut.

Faktor Resiko
Pria mempunyai resiko tinggi terkena penyakit ini, sekitar 90% penderita penyakit ini adalah kaum pria. tapi tidak semua orang dengan asam urat tinggi akan mengalami arthritis gout karena tidak semua rematik disertai dengan asam urat tinggi. Orang yang potensial menderita penyakit ini adalah mereka yang termasuk :
- peminum alcohol, alkohol meningkatkan kadar asam urat dalam darah
- mempunyai riwayat keluarga berpenyakit rematik gout
- berat badan berlebih
- kurang minum air putih
- memiliki gangguan ginjal dan tekanan darah tinggi

pencegahan dan pengobatan agar tidak timbul rematik penting untuk dilakukan sejak muda. Olahraga rutin seperti renang, naik sepeda karena olahraga ini merupakan olahraga terbaik karena dapat menggerakkan semua sendi, senam aerobik teratur yang tidak terlalu memben=bani badan sebaiknya dilakukan.
Untuk rematik karena asam urat menjaga kaar asam urat adalah penting. Kadar asam urat harus dijaga agar tetap stabil yaitu 5 mg% untuk mencegah terjadi komplikasi berat akibat asam urat. Konsumsi protein yang aman 50-60 gram perhari oleh karena itu hindari makanan yang mengadung purin tinggi.

1. Hati, ginjal, jantung, limpa, paru-paru, otak, sarden, kaldu daging, roti 150-180 mg purin --> tidak boleh disantap
2. Daging, ikan, kerang, kacang-kcangan, buncis, kembang kol, bayam, jamur 50-150 mg -->harus dibatasi
3. sayuran, buah-buahan, susu, keju, telur dan serealea 0-15 mg purin ---> sangat disarankan

Sumber gambar : kompas
Sumber artikel : foto copy toko dr toko obat pitbob

Satuan ukuran gula darah mmol/L dan mg/dL


Jika anda sering membaca artikel-artikel tentang diabetes atau kencing manis, anda pasti akan menemukan ada 2 satuan ukuran kadar gula darah yaitu:
  1. mmol/L (millimoles/liter)
  2. mg/dL (milligrams/deciliter)
Kedua satuan ukuran diatas adalah satuan ukuran gula darah, anda tidak perlu bingung. Tapi kadangkala memang membingungkan penderita diabetes.
Yang pertama adalah satuan ukuran internasional yang diakui dunia dan sangat umum dipakai didalam jurnal-jurnal ilmiah tentang diabetes, sedangkan yang kedua adalah sistim Amerika.
Alat test gula darah yang dijual dipasaran saat ini dibuat oleh berbagai perusahaan, bisa saja menggunakan salah satu satuan ukuran seperti diatas, atau menggunakan keduanya.
Hasil uji darah yang dilakukan oleh laborat-laborat di Indonesia umumnya menggunakan ukuran mg/dL (milligrams/deciliter), dan biasanya sudah kita kenal misalnya kita sering mendengar orang mengatakan: ‘Gula darah saya 120′, itu artinya kadar gula darahnya 120 mg/dL (milligrams/deciliter).
Kebingungan baru muncul ketika anda salah membeli alat test gula darah yang kebetulan hanya menggunakan satuan ukuran mmol/L (millimoles/liter). Nah… anda pasti akan bingung, karena angka test gula darah anda akan ditampilkan dengan angka 6, 7 atau 8. Anda hanya cukup mengkonversikan kedua satuan ukuran diatas dengan angka ekivalennya.
Untuk mengkonversikan mmol/L ke mg/dL, anda cukup kalikan dengan 18.
Untuk mengkonversikan mg/dL ke mmol/L, anda cukup bagi dengan 18 atau kalikan dengan 0.055
Saran saya sebelum membeli alat uji gula darah, periksalah atau tanyakan ke Apotek penjual alat uji gula darah tersebut menggunakan satuan ukuran apa? Sebaiknya membeli yang menggunakan satuan ukuran mg/dL (milligrams/deciliter) karena di Indonesia kita lebih banyak menggunakan satuan ukuran ini.
Para produksen alat uji gula darah rupanya menyadari akan hal ini, belakangan ini alat uji darah yang diproduksi bisa menunjukkan hasil test gula darah dalam kedua satuan ukuran diatas.
Berikut saya berikan tabel konversinya:
Saya sangat berterima kasih jika anda bersedia memberikan komentar untuk artikel diatas.
sumber: indodiabetes.com

Senin, 14 September 2009

Keturunan Diabetes? Bisa Sehat!!!

Assalamu’alaikum Wb.

Nama saya Evi, usia saya 22 tahun. Saya seorang mahasiswi dan bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sejak SD, saya sudah terkena diabetes mellitus. Saya merasakan lemas dan kaki jempol saya bengkak dan luka. Kaki saya yang bengkak dan itu tidak kunjung sembuh sampai saya kuliah. Awal semester 8 kuliah saya bertemu dengan teman yang menyarankan utnuk mengkonsumsi Plashitaba. Alhamdulillah setelah mengkonsumsi Plashitaba 2X2 kapsul/hari selama 3 bulan secara teratur badan saya tidak lemas lagi dan kaki jempol saya yang bengkak dan luka langsung sembuh. Suatu ketika saya mencoba memeriksakan gula darah saya pada tanggal 20 Agustus 2009 dan hasilnya normal yaitu 114 mg/dl (Rentang normal 2 jam PP 60mg/dl -200mg/dl).
Alhamdulillah Plashitaba dapat menjadikan jalan keluar bagi yang menderita diabetes mellitus. Walaupun saya tahu penyakit diabetes itu tidak dapat disembuhkan, tetapi Plashitaba ini selalu bisa menormalkan kadar gula darah tubuh saya sehingga saya menjadi sehat. Tetap semangat dan jangan pernah putus asa.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

insyaAllah kami akan meneruskan kepada Evi dan bagi yang ingin SMS atau menelpon secara langsung, dapat mengirimkan SMS terlebih dahulu.

Sembuh Total dari Maag dengan PLASHITABA

"Assalamu’alaikum Wr Wb Saya Yuni Styawati usia 27 tahun. Saya seorang wiraswasta. Saya menderita maag sejak 8 tahun lalu. Alhamdulillah setelah minum rutin plashitaba, Allah memberikan kesembuhan pada penyakit saya. Pada waktu kuliah saya sering mengkonsumsi soft drink dan mie instan sebagai menu setiap harinya. Kemudian saya didiagnosis ada gumpalan darah di dalam lambung. Saya dirawat di rumah sakit di jakarta untuk menghilangkan gumpalan darah tersebut. Setelah itu saya tidak bisa terlambat makan atau lambung harus terisi makanan. Delapan tahun sudah saya tidak bisa berpuasa Ramadhan. Ketika saya berpuasa, saya mengalami mual yang sangat menyakitkan dan muntah, padahal puasa baru setengah hari. Hari berikutnya mual saya tidak kunjung reda walapun sudah minum obat maag. Saya berkunjung ke dokter dan diberikan obat, tetapi tidak kunjung sembuh. Saya kembali lagi dokter dan diberikan suntikan anti mual. Tetapi hasilnya nihil. Kejadian itu berlangsung terus ketika saya terlambat makan. Kemudian saya mendapat informasi Plashitaba dari teman. Kemudian saya mencoba minum 2X3 kapsul Plashitaba setiap harinya. Saya sudah merutinkan minum Plashitaba sejak 2 bulan lalu. Alhamdulillah Ramadhan kali ini dapat saya lalui tanpa keluhan maag. A’alaikumsalam Wr Wb."

Bagi teman-teman yang mempunyai penyakit yang sama dapat menanyakan pengalaman Yuni Styawati langsung dengan mengirimkan email kepada kami di plashitaba@rocketmail.com

insyaAllah kami akan meneruskan kepada Yuni Styawati dan bagi yang ingin SMS atau menelpon secara langsung, dapat mengirimkan SMS terlebih dahulu.

Minggu, 06 September 2009

Kenali Penyakit Diabetes Sejak Dini

Penyakit Diabetes mellitus (DM) atau yang sering disebut sebagai kencing manis merupakan satu dari sekian penyakit metabolik yang prevalensinya meningkat setiap tahunnya. Jadi jangan pernah anggap remeh akan penyakit ini, karena siapapun dapat terkena penyakit ini.

Apabila seseorang sudah mengidap diabetes, maka seumur hidupnya ia akan sangat tergantung kepada obat-obatan dan tentunya harus selalu menjaga asupan makanan dan pola hidup. Data Departemen Kesehatan RI menunjukkan, prevalensi DM sekitar 1,5-2,3% dari populasi usia di atas 15 tahun.

Sedangkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memaparkan, pada tahun 1995, di Indonesia terdapat sekitar 5 juta penderita DM. Sehingga, dengan asumsi prevalensi DM 4%, diperkirakan pada tahun 2020 penderita DM di Indonesia akan mencapai 12 juta orang. Hal ini harus kita sadari sejak dini sehingga upaya pencegahan pun dapat dilakukan.

Terdapat dua tipe DM yang umum terjadi di Indonesia, pertama adalah DM yang bergantung pada insulin (insulin-dependent diabetes mellitus), disebabkan karena destruksi sel beta langerhans akibat proses auto imun (tidak diketahui sebabnya) sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita pada anak-anak maupun dewasa.

Tipe DM yang kedua adalah DM yang tidak bergantung pada insulin (non-insulin-dependent diabetes mellitus) akibat dari kegagalan relatif sel beta langerhans sehingga terjadi resistensi terhadap insulin (sensitifitas insulin berkurang).

Penyebab pasti dari penyakit ini tidak diketahui namun dicurigai salah satunya akibat kegemukan (overweight). Diabetes mellitus (DM) yang timbul akibat kegemukan ini biasanya terjadi pada usia lanjut atau diatas 40 tahun.

Melakukan diagnosa pada penderita DM tidaklah sulit, antara lain adanya keluhan sering buang air kecil (polyuria) terutama pada malam hari, sering merasa haus (polydipsi), sering merasa lapar (polyfagi), badan mengurus serta lemas merupakan cara kita untuk mengetahui seseorang tersebut terkena DM atau tidak. Terlebih apabila hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan angka yang melebihi 200 mg/dl, maka seseorang tersebut sudah bisa dipastikan mengidap DM.

Kamis, 27 Agustus 2009

Testimony PLASHITABA

H. Lono Prayogo
Pemilik ALTO MOTOR, Jl Magelang 126 Yogyakarta
Telp. (0274) 556508, HP 0812 2665 655

Pada tanggal 12 April 2007 oleh dokter saya divonis diabetes dengan glukosa puasa 334 mg/dl dan glukosa 2 jam PP 459 mg/dl. Saya sangat terpukul dan terguncang bahkan sampai pada kondisi keimanan yang rendah. Karena pasien diabetes tidak boleh makan seenaknya maka saya kemudian konsultasi kepada ahli penyakit dalam di Gayam selama ±1 jam. Pada intinya dokter tersebut mengatakan bahwa diabetes tidak ada obatnya. Saya merenung bagaimana caranya agar sehat kembali, akhirnya saya mencoba bersahabat dengan penyakit saya yaitu dengan pengaturan pola makan. Kemudian saya bertemu dengan sahabat saya yang sangat ahli dengan dengan pengobatan secara holistic (integrated) dan dari situlah saya menemukan perpaduan antara pengobatan barat dan timur (tradisional). Akhirnya saya memutuskan untuk tidak memakai obat-obatan kimia lagi. Karena obat-obatan kimia akan berefek pada organ lain misalnya jantung, ginjal dan hati. Dan saya yakin akan menggunakan obat alami. Saya kemudian mengikuti training holistic di Bandung, dan semakin yakin untuk menjadi dokter untuk diri sendiri dan mendapatkan dokter sebagai pendiagnosis suatu penyakit. Saya kemudian mulai mengkonsumsi PLASHITABA dengan dosis 3x2 kapsul selama 1 bulan, kemudian konsumsi PLASHITABA dikurangi menjadi 2 kali sehari kemudian ditambahi dengan mengkonsumsi nutrisi alami lainnya. Pada pemeriksaan glukosa puasa pada bulan kedua menunjukkan angka 121 mg/dl dan HBA 1c menunjukkan angka 9,4%. Konsumsi PLASHITABA terus dilanjutkan dengan dosis 3x3. Pada pemeriksaan Bulan Juli glukosa puasa saya menunjukkan angka 87 dimana normalnya antara 70-110 mg/dl dan angka HBA 1c-nya menunjukkan 6,7%, hal itu sudah mendekati normal dimana angka normalnya 4,5-6,3%. Saya kini masih mengkonsumsi PLASHITABA dengan dosis yang dikurangi, setiap hari sebelum beraktifitas untuk peningkatan energi. Olahraga juga terus dilakukan setiap hari. Dari pola pengobatan yang saya lakukan, disamping diabetesnya sembuh juga berat badan saya kini menjadi turun (proporsional) dari 89 kg menjadi 69 kg.
Bagi saudara saya yang kebetulan menderita diabetes saya sangat gembira jika berminat sharing kesehatan dengan saya. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan yang sangat berharga kepada kita semua, Amiin.

Data Pemeriksaan Gula Darah
12 April 2007
Gula darah Puasa 334 mg/dl
Gula darah 2 Jam PP 459 mg/dl
HB 1c -

16 April 2007
Gula darah Puasa 214 mg/dl
Gula darah 2 Jam PP 217 mg/dl
HB 1c -

3 mei 2007
Gula darah Puasa 121 mg/dl
Gula darah 2 Jam PP -
HB 1c 9,4%

25 mei 2007
Gula darah Puasa 113 mg/dl
Gula darah 2 Jam PP -
HB 1c 7,4%

9 Juli 2007
Gula darah Puasa 87 mg/dl
Gula darah 2 Jam PP -
HB 1c 6,7%